Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
Komponen Pelengkap | : |
|
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan | : | Candi Angsa merupakan candi yang berada di dalam Kompleks Candi Prambanan. Bangunan Candi Angsa berada di Padukuhan Karangasem, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan Candi Angsa terletak di timur Candi Brahma dan memiliki ukuran yang lebih rendah dari Candi Brahma. |
Deskripsi Fasad | : | Bangunan Candi Angsa terdiri dari bagian candi berupa kaki yang melambangkan bhurloka (dunia bawah), bagian tubuh yang melambangkan bhuwarloka (dunia manusia) dan bagian atap yang melambangkan swarloka (dunia dewa). |
Deskripsi Atap | : | Bagian atap Candi Angsa terdiri dari lima tingkatan yang tersusun makin ke atas makin kecil ukurannya dan masing-masing tingkat dihiasi amalaka (hiasan seperti kemben) pada setiap sisinya. Adapun jumlah amalaka itu adalah sebagai berikut, pada atap tingkat I berjumlah 71 buah, atap tingkat II berjumlah 16 buah, atap tingkat III ada 14 buah dan atap tingkat IV sebanyak 8 buah, bagian teratas diisi sebuah amalaka yang juga berfungsi sebagai kemuncak. |
Jenis Ragam Hias | : | Pada bagian depan gapura terdapat ukiran KalaUjung pipi tangga Candi Angsa berupa makara yang belum jadiPada dinding kaki candi terdapat panel dengan bingkai rata yang berisi relief motif Prambanan dan bagian teratasnya terdapat deretan simbar/antefikRelung berhias kalamakara dengan kepala disamarkan menjadi dedaunan serta hidung kala diganti menjadi gentaDinding tubuh Candi Angsa dihiasi oleh ragam hias sulur-suluran yang melingkar-lingkar memenuhi bidang penghias. Sulur gelung ini keluar dari sebuah jambanganSetiap bidang penghias dengan ragam hias sulur-suluran, diapit oleh sepasang pilasterBagian atap Candi Angsa terdiri dari lima tingkatan yang tersusun makin ke atas makin kecil ukurannya dan masing-masing tingkat dihiasi amalaka (hiasan seperti kemben) pada setiap sisinya |
Desain | : | Bangunan Candi Angsa memiliki pola tapak persegi dengan bentuk semakin ke atas semakin meruncing dan berakhir pada kemuncak yang berbentuk ratna. |
Interior | : | Candi Angsa berbilik satu dan di dalamnya tidak ditemukan keberadaan arca wahana sebagaimana yang ditemukan pada Candi Nandi. Terdapat kemungkinan jik |
Tokoh | : | C.A. LonsJ.W. IjzermanGronemanVan Stein CallenfelsL. Poerbatjaraka |
Peristiwa Sejarah | : | Sejarah Pelestarian Bangunan Candi Angsa a. Pada 1885 dilakukan pembersihan pertama di Area Bangunan Candi Siwa oleh Ir. J. W. Ijzerman b. Pada 1889, kegiatan permbersiahn dilanjutkan kembali oleh Groneman c. Pada tahun 1915 relief-relief yang ada di kompleks difoto ulang dan hasilnya oleh Van Stein Callenfels dan dibantu oleh L. Poerbatjaraka dapat mengindetifikasi relief di candi Siwa dan relief Kresnayana di candi Wisnu d. Pemugaran Kompleks Candi Prambanan dimulai pada 1918 dengan memugar Bangunan Candi Siwa terlebih dahulu oleh Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda) e. Dilakukan pra pemugaran berupa Pengumpulan data pada bagian tubuh dan atap candi-candi Wahana termasuk Candi Angsa f. Setelah melakukan beberapa persiapan, maka pada tahun 1991 dilakukan pembongkaran serta susunan percobaan terhadap candi Angsa g. Pada tahun 1992 kegiatan pemugaran dilanjutkan dengan pembuatan batu pengganti, penyusunan kembali, pembetonan, pemasangan batu isian h. Dilakukan peresmian Candi Angsa pada tahun 1993 i. Pada 2006, dilakukan studi teknis candi wahana pasca gempa j. Pada 2007, dilakukan studi evaluasi sistem perkuatan antar batu candi wahana k. Pada 2008, dilakukan rehabilitasi Candi Angsa |
Konteks | : | Bangunan Candi Angsa merupakan bagian dari Kompleks Candi Prambanan yang berdiri pada abad IX M. Berkenaan dengan pembangunan Kompleks Candi Prambanan, para ahli arkeologi, seperti J.G. de Casparis mengaitkan dengan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Çaka atau 856 Masehi. Prasasti Siwagrha merupakan prasasti yang menggunakan bahasa Jawa Kuno, berisi tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada abad IX Masehi, serta menyebutkan rincian gugusan candi. Informasi penting bagi sejarah yang diketahui dari prasasti Siwagrha tersebut, yaitu peresmian sebuah bangunan suci untuk Dewa Siwa yang disebut Siwagrha atau Siwalaya, yang berarti “Rumah Siwa” atau “Kuil Siwa” yang dikaitkan dengan Candi Prambanan. Kompleks Candi Prambanan ditemukan dalam kondisi runtuh oleh pegawai kongsi dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) berkebangsaan Belanda bernama C.A. Lons pada 1733. Sejak ditemukan sampai dengan 1864, Kompleks Candi Prambanan belum mendapat perhatian dari pemerintah Hindia-Belanda. Baru pada 1885, J.W. Ijzerman yang telah mendirikan “Archaelogische Vereeniging Van Jogja”, mulai melakukan pembersihan terhadap Kompleks Candi Prambanan. Saat dilakukan pemugaran pada tahun 1991, ditemukan peripih di ketiga sudut candi pada lapis 17 dan pada lantai pintu masuk bilik. Pada ketiga sudut bangunan tersebut peripih-peripih ditemukan dalam wadah peripih yang berupa lubang segi empat pada batu isian candi dan di atasnya diberi tutup batu. Isi lubang wadah pripih di ketiga sudut candi itu adalah tanah yang berisi peripih logam. Peripih dari sudut Timur Laut berupa tiga buah peripih logam yaitu peripih emas, perak, dan perunggu. Dari lubang sudut Baral Laut didapatkan dua peripih logarn perak dan perunggu, sedangkan dari sudut Baral Daya hanya ditemukan satu peripih logarn emas saja. Lubang wadah peripih yang berada pada lantai pintu masuk bilik candi berisi pasir dan sebuah periuk perunggu yang berukuran tinggi 12 cm dan diameter 16 cm. Periuk tersebut berisi pasir dan sebuab lempengan emas, perak, dan perunggu serta fragmen manik-manik dan biji-bijian. Fungsi darl pripih-pripih seperti itu adalah sebagai zat yang menghidupkan candi. Penanaman pripih-pripih pada candi dilakukan dalam suatu rangkaian ritus keagamaan yang disebut garbhadana, dimaksudkan sebagai penghimpunan dan penyatuan inti kedewaan darl para dewa ke dalam pripih agar candi tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. |
Riwayat Penemuan | : | Kompleks Candi Prambanan ditemukan dalam kondisi runtuh oleh pegawai kongsi dagang?Vereenigde Oostindische Compagnie?(VOC) berkebangsaan Belanda bernama C.A. Lons pada 1733. |
Riwayat Pengelolaan | : | Dilakukan peresmian Candi Angsa pada tahun 1993 |
Riwayat Pelestarian | : | Pada 1885 dilakukan pembersihan pertama di Area Bangunan Candi Siwa oleh Ir. J. W. IjzermanPada 1889, kegiatan permbersiahn dilanjutkan kembali oleh GronemanSetelah melakukan beberapa persiapan, maka pada tahun 1991 dilakukan pembongkaran serta susunan percobaan terhadap candi Angsa |
Riwayat Pemugaran | : | Pemugaran Kompleks Candi Prambanan dimulai pada 1918 dengan memugar Bangunan Candi Siwa terlebih dahulu oleh Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda). Pada tahun 1992 kegiatan pemugaran dilanjutkan dengan pembuatan batu pengganti, penyusunan kembali, pembetonan, pemasangan batu isian |
Riwayat Penelitian | : | Pada tahun 1915 relief-relief yang ada di kompleks difoto ulang dan hasilnya oleh Van Stein Callenfels dan dibantu oleh L. Poerbatjaraka dapat mengindetifikasi relief di candi Siwa dan relief Kresnayana di candi WisnuDilakukan pra pemugaran berupa Pengumpulan data pada bagian tubuh dan atap candi-candi Wahana termasuk Candi AngsaPada 2006, dilakukan studi teknis candi wahana pasca gempa Pada 2007, dilakukan studi evaluasi sistem perkuatan antar batu candi wahana |
Riwayat Rehabilitasi | : | Pada 2008, dilakukan rehabilitasi Candi Angsa |
Riwayat Perlindungan | : | Mengikuti ketetapan UNESCO, pada 1998 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Kompleks Candi Prambanan sebagai Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional berdasarkan surat keputusan No. 157/M/1998 dan diperbarui kembali berdasarkan surat keputusan No. 278/M/2014 |
Nilai Sejarah | : | Bangunan Candi Angsa mempunyai arti khusus bagi perkembangan sejarah kebudayaan Mataram Kuno abad IX - X M. Menurut sumber tertulis yang dapat dikaitkan dengan Bangunan Candi Angsa yaitu prasasti Siwagrha, yang berangka tahun 778 Çaka atau 856 Masehi, berisikan informasi mengenai peresmian bangunan suci untuk Dewa Siwa, sehingga usia Bangunan Candi Angsa saat ini sudah lebih dari 50 tahun. |
Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Sebagai bahan kajian bagi berbagai bidang ilmu seperti arkeologi, sejarah, arsitektur, teknik sipil dan geologi. |
Nilai Agama | : | Sebagai bahan pembelajaran agama, khususnya agama Hindu. |
Nilai Pendidikan | : | Sebagai bahan pembelajaran untuk pelajar dan pengajar. |
Nilai Budaya | : | Bangunan Candi Angsa memiliki nilai budaya yang tinggi yang dapat digunakan sebagai penguatan kepribadian bangsa, khususnya di Kabupaten SlemanMerupakan bukti adanya kebudayaan Hindu yang pernah tumbuh dan berkembang di daerah tersebut pada masa Mataram Kuno |
Nama Pemilik Terakhir | : | Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X |
Nama Pengelola | : | Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X |
Catatan Khusus | : | Koordinat pada SK Bupati Sleman: 49 M z: 443943.41 m E y: 9143049.67 m STinggi: 24,53 m |