| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Peristiwa Sejarah | : | Pasar Kasihan merupakan los pasar dengan tipe “Payung”. Los tersebut telah digunakan mulai masa Kolonial (1930-an). Dalam Kolonial Tijdschrift, “Het en ander over het ‘Pasar’ of Marktwezen in de Gouvernementslanden op Java en Madoera”, terdapat informasi yang menyatakan pemerintah kolonial mengeluarkan kebijakan yang dikemas dalam keputusan nomor 37 tahun 1873 tertanggal 15 Juli. Kebijakan tersebut menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan keputusan menganggap penting perdagangan domestik kecil sehingga di semua titik perdagangan dan permukiman penduduk akan dibangun pasar (Koloniaal Tijdschrift, 1913:1095). Berdasarkan keputusan tersebut, Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengeluarkan besluit tanggal 30 April 1914 No.379, yaitu Besluit Decentralisatie Marktwezen tentang penyerahan lembaga pasar kepada dewan lokal, yang dimuat dalam Staatsblad 1914 No. 380, peraturan itu diberlakukan untuk seluruh Jawa dan Madura. Dalam hal ini, Pasar Kasihan kemudian didirikan sebagai salah satu bukti fisik dari realisasi dari kebijakan yang tersebut di atas. |
| Nilai Sejarah | : | 1) Bangunan yang memiliki informasi tentang kehidupan masa lalu, dalam hal ini berkaitan dengan perkembangan pasar dari pasar tradisional hingga pasar sekarang ini, sebagai tempat transaksi ekonomi berkaitan dengan pemasaran komoditas hasil bumi dan komoditas kebutuhan manusia lainnya di Kabupaten Kulon Progo. sebagai tempat penjualan komoditas hasil bumi di Kabupaten Kulon Progo. 2) Menjadi bukti pengetahuan adanya jaringan pemasaran material baja bagi bangunan pasar. 3) Menjadi bukti sejarah perkembangan pasar dari aspek sejarah bangunan fisik pasar yang mengalami perubahan dan perkembangan hingga saat ini. 4) Memberikan informasi mengenai sejarah politik ekonomi pada era pemerintahan kolonial yang berkaitan dengan system kebijakan pasar rakyat yang ada di wilayah Jawa termasuk di Kulon Progo. Dalam bentuk kebijakan kesamaan desain bentuk bangunan fisik pasar rakyat. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | 1)Merupakan bukti keberadaan penggunaan sistem konstruksi baja knock down yang berkembang pada masa Kolonial. 2) Merupakan bukti pengetahuan penggunaan material baja sedang tren yang berkembang pada masa awal 1930-an. 3) Sebagai bukti bentuk tata ruang pasar lama yang berkembang pada masa awal 1930-an di Kabupaten Kulon Progo. 4) Merupakan bukti keberadaan penggunaan sistem konstruksi baja knock down yang berkembang pada masa Kolonial. Yang disebut dengan bentuk atau model pajoong. 5) Merupakan bukti pengetahuan penggunaan material baja sedang mencapai puncak kejayaannya pada awal tahun 1930-an. Dengan diikuti kemunculan industri baja di Indonesia pada waktu itu. 6) Sebagai pengetahuan bentuk tata ruang pasar lama yang berkembang pada masa awal 1930-an di Kabupaten Kulon Progo. 7) Dari aspek ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan perekonomian, keberadaan bangunan los lama pasar Kasihan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pasar rakyat itu sendiri. Dimana didalamnya berlaku sistem transaksi yang berbeda dengan pasar modern beserta organisasi pengelolaannya. |
| Nilai Pendidikan | : | Pasar rakyat atau pasar tradisional merupakan sarana pendidikan perekonomian kerakyatan yang didalamnya terjadi transaksi jual-beli dengan sistem khas yang berbeda-beda di tiap daerah. Sistem ini merupakan pendidikan ekonomi kerakyatan yang telah tumbuh dengan sendirinya sejak era masa lalu dan masih eksis keberadaannya hingga saat ini. Hal ini tercermin dari masih difungsikannya los lama pasar kasihan sebagai bagian dari pasar tersebut. Pasar tradisional masih menganut sistem pasaran dalam kalender Jawa, yang berkaitan dengan puncak kegiatan pasar tersebut. |
| Nilai Ekonomi | : | Bukti perkembangan kegiatan ekonomi dan teknologi pada masa Kolonial hingga Kemerdekaan di Kulon Progo yang sampai sekarang masih difungsikan sebagai pasar oleh masyarakat sekitarnya yang menunjukkan dinamika perekonomian serta sistem jual-beli tradisional sebagai identitas dan karakter dari masyarakat lokal. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Pemerintah daerah Kabupaten Kulon Progo |
| Nama Pengelola | : | Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo |
| Catatan Khusus | : | Koordinat : UTM: 418981.1731151491E, 9126433.329373915N, 49N Lat/Long: -7.902284, 110.264993 |