Loading

Struktur Cagar Budaya Candi Sumberwatu

Status : Struktur Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Candi Sumberwatu berada di antara dataran tinggi Ratu Boko dan Gunung Pegat (Foto 1).  Lokasinya berada beberapa puluh meter di bawah Arca Ganesa (Degroot, 2009). Penduduk setempat dahulunya mengenal Struktur Candi Sumberwatu sebagai Sumur Bandung. Dalam legenda yang berkembang, Sumur Bandung adalah tempat Raja Gupolo mengubur Bandung Bondowoso (tokoh dalam cerita rakyat Rorojonggrang).  

Candi Sumberwatu memiliki bentuk berupa stupa berbahan batu andesit. Menurut Borobudurpedia, stupa merupakan bangunan atau susunan batuan yang menyerupai genta yang ada di candi peninggalan agama Buddha, atau biasanya merupakan bangunan suci agama Buddha (tempat menyimpan relik atau benda-benda suci sang Buddha). Stupa terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian dasar yang berbentuk membulat disebut Anda, bagian tengah yang disebut Yasti, sedangkan pagar yang mengelilinginya disebut Harmika, dan bagian puncak yang berupa payung disebut Chatra. Stupa adalah perlambangan dari tempat penyimpanan abu jenazah Buddha Ghautama (Balai Konservasi Borobudur, 2017).  

Candi Sumberwatu merupakan suatu struktur kepurbakalaan berlatar belakang agama Buddha. Hal itu berdasarkan hasil temuan berupa komponen-komponen pembentukan stupa seperti Yasti dan Padma (BPCB, 2013) . Pada sisi barat Candi Sumberwatu terdapat tangga menuju teras candi. 

Candi Sumberwatu mempunyai konsep memusat dengan titik pusat stupa. Candi ini dikelilingi minimal dua pagar sebagai batas halaman. Halaman I seluas 966 m2 dan halaman II 2.025 m2 (BPCB, 2013). Konstruksi dari Candi Sumberwatu menunjukkan keunggulan pemahanan teknologi masyarakat pendukungnya pada waktu itu, yaitu memanfaatkan bedrock sebagai pondasi candi (BPCB, 2013). 

Candi Sumberwatu terdiri dari enam bagian:  
1) Bagian Batur (Foto 3 no. 1) memiliki tinggi 79 cm dengan  teras berbentuk bujur sangkar berukuran 8.9 x 8.9 m. Di permukaan teras, terdapat batu umpak (Foto 4) berjumlah 12. Batu umpak Candi Sumberwatu memiliki variasi bentuk segi delapan, segi empat dan lingkaran.  
2) Bagian kaki candi berbentuk bujur sangkar dengan tinggi 69 cm.
3) Bagian kaki segi delapan, kaki lingkaran dan Padma. Pada bagian kaki segi delapan tinggi 23 cm dan panjang dari setiap sisi 1.7 m. Bagian kaki lingkaran (ojief) tidak ditemukan motif hias. Bagian Padma ditemukan motif hias
4) Bagian Anda/ tubuh stupa. Jika bagian nomor 3 digabungkan dengan bagian nomor 4 akan memili tinggi 3.36 m.  
5) Bagian Harmika dengan tinggi 35 cm.
6) Yasti dengan tinggi 1.99 m.

Luas : panjang 8.9 m, lebar 8.9 m, dan tinggi 7.57 m.

Status : Struktur Cagar Budaya
Alamat : Padukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.768471° S, 110.496555° E

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Sleman No 47.6/Kep.KDH/A/2022


Lokasi Struktur Cagar Budaya Candi Sumberwatu di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Sejarah Penemuan Candi Sumberwatu Temuan terkait  Candi Sumberwatu tercatat dalam Berita Penelitian Arkeologi tahun 1985. Di dalam laporan ini hanya disebutkan adanya indikasi candi di sekitar Arca Ganesha Sumberwatu. Temuan sejumlah batu candi oleh penduduk setempat disebut Sumur Bandung (Soeroso, 1985). Berdasarkan  Laporan identifikasi di Sumberwatu pada 1985, di Sumur Bandung ditemukan  sebuah peripih berukuran 36,5 x 35,5 cm dengan lubang berbentuk segitiga di tengahnya. Di sekitar segitiga diukir empat atribut (searah jarum jam): gada (di puncak segitiga), panah, tombak, dan roda (BPCB, 1985).  Selanjutnya BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2004 melakukan ekskavasi pada situs tersebut dan berhasil mengidentifikasi situs ini sebagai peninggalan agama Budha (BPCB, 2013). Pada tahun 2009, tanah Candi Sumberwatu telah dibeli oleh PT. Dwitata Pratama dan digunakan sebagai basecamp pecinta Aerosport. Sejak tahun 2010 tanah tersebut dikembangkan menjadi resort (BPCB, 2013). 
Riwayat Pelestarian : 1) Kegiatan identifikasi  “Laporan identifikasi di Sumberwatu, Bogem, Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Yogyakarta” pada 1985. 2) Kegiatan Ekskavasi oleh BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2004 3) Disertasi oleh Véronique Myriam Yvonne Degroot pada 2009  berjudul “Candi Space and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains”.  4) Kegiatan Ekskavasi oleh BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2012 5) Pelaksanaan Pemugaran Candi Sumberwatu oleh BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2013 melalui SK No. KP.105/202.A3/BP3/KPK/2013
Nilai Budaya : Candi Sumberwatu di Padukuhan Sumberwatu, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman merupakan bukti perkembangan kebudayaan dan agama Budha di Kabupaten Sleman yang berlangsung pada masa Mataram Kuno. Keberadaannya menjadikan bukti bahwa di daerah tersebut dahulu memiliki kebudayaan dan pengetahuan yang maju dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk berbagai bidang ilmu. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : Abhayagiri Villa and Resort