Loading

Yoni Nomor Inventaris C.102 i

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Yoni berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya kandungan atau rahim atau sebagai lambang wanita. Yoni merupakan simbol dari Dewi Parwati, yakni pasangan/sakti dari Dewa Siwa yang merupakan dewa tertinggi dalam agama Hindu. Yoni diwujudkan dalam bentuk batu yang dipahat persegi dengan lubang di tengah, cerat, dan lis profil. Lubang yoni digunakan untuk menempatkan lingga sedangkan cerat dimaksudkan untuk mengalirkan air pada upacara keagamaan. Pada umumnya cerat yoni ditempatkan menghadap arah utara yang mana merupakan tempat Dewi Durga (istri Dewa Siwa) dalam pantheon agama Hindu. Pada bagian bawah cerat seringkali ditemukan pahatan arca berbentuk zoomorfik (hewan) dan teriomorfik (setengah manusia dan setengah hewan).
Yoni dikaitkan dengan lingga yang merupakan lambang Dewa Siwa. Lingga yang ditempatkan di atas yoni merupakan lambang penyatuan antara Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Dalam agama Hindu, yoni bersama dengan lingga 
melambangkan atau menggambarkan penyatuan antara mikrokosmos dan makrokosmos, serta penciptaan dan regenerasi alam semesta. Meskipun demikian pemasangan lingga dengan yoni ini terdapat pula variasinya walau jarang terjadi, yakni yoni yang tidak dipasangkan dengan lingga tetapi dijadikan lapik arca. Meskipun demikian yoni lapik arca tetap menunjukkan karakteristiknya yakni lubang di tengah yoni, sedangkan cerat yoni kadang tidak ada. 
Yoni yang ditemukan tidak bersama dengan lingganya tetap digunakan dalam ritual pemujaan agama Hindu. Yoni berperan sebagai simbol organ feminin atau kesuburan. Oleh karenanya yoni banyak dikaitkan dengan kesuburan tanah sehingga persebaran yoni banyak ditemukan di wilayah-wilayah pertanian.
Yoni (Nomor Inventaris C.102 i) berlokasi di tengah kompleks Makam Kembang Padukuhan Mangir, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Yoni ditempatkan ditanam pada dudukan semen sedalam 3 cm. Oleh karenanya tinggi yoni yang semula 33 cm hanya tampak 30 cm. Permukaan yoni tidak rata dan aus. Cerat yoni menghadap ke arah timur yang mana mengindikasikan telah terjadi perubahan letak asli yoni (ex-situ). Yoni dengan cerat tidak berhias.

Status : Benda Cagar Budaya
Alamat : Kompleks Makam Kembang Dukuh Mangir Lor, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.8997755797653° S, 110.27713061797° E

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Bantul Nomor 390 Tahun 2023


Lokasi Yoni Nomor Inventaris C.102 i di Peta

Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar -
Tinggi -
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Agama Hindu telah berkembang di Jawa pada abad ke-7. Melalui Prasasti Dakawu/Tukmas yang ditemukan di Grabag, Magelang dapat diketahui adanya masyarakat pemeluk agama Hindu yang memuja mata air suci yang mengalirkan air layaknya Sungai Gangga. Pada abad ke-8, agama Hindu menjadi salah satu agama kerajaan Mataram Kuno yang berdiri di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Raja pertama Mataram Kuno yang bernama Sanjaya merupakan penganut agama Hindu. Ia mendirikan lingga di atas Gunung Wukir sebagai bukti kejayaannya. Penerus Sanjaya yang beragama Hindu kemudian memerintahkan pendirian Candi Prambanan yang megah sebagai tempat sembahyang kerajaan. Di Bantul, perkembangan agama Hindu dapat diketahui melalui temuan berupa bangunan, struktur, arca, dan prasasti yang tersebar dari bagian utara hingga selatan Kabupaten Bantul. Di Mangir, Gua Selarong, dan sekitar Makam Syeh Belabelu di Kretek, telah ditemukan peninggalan bercorak Hindu yang menunjukkan bahwa persebaran kebudayaan Hindu tidak hanya ada di sekitar Prambanan.Dalam pemujaan Siwa, yoni memiliki arti penting sebagai perwujudan dari Parwati, yakni pasangan dari Siwa. Lingga bersama dengan yoni menggambarkan penyatuan alam semesta dan melambangkan perputaran siklus kehidupan. Oleh karena itu pada umumnya yoni ditemukan berpasangan dengan lingga. Meskipun demikian Yoni (Nomor Inventaris C.102 i) di Makam Kembang Padukuhan Mangir Lor, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul tidak ditemukan bersama lingga. Pada tahun 1984 pernah dilakukan kegiatan Inventarisasi Kepurbakalaan di Kecamatan Pajangan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala DIY. Dalam kegiatan tersebut yoni di Makam Kembang belum diinventaris. Yoni diinventaris pada tahun 2008 dalam kegiatan Her-inventarisasi Benda Cagar Budaya di Kecamatan Pajangan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta dengan Nomor Inventaris C.102 i. Pada tahun 2016 yoni kembali diinventaris dalam kegiatan Herinventarisasi Cagar Budaya di Kapanewon Pajangan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketika disurvei oleh TIM TACB Bantul pada tanggal 8 Maret 2023, Yoni (Nomor Inventaris C.102 i) telah ditata di atas landasan yang terbuat dari pasangan bata berplester. Yoni dikumpulkan bersama temuan lepas lain berupa arca nandi, lumpang, dan fragmen batu yang diduga jaladwara, dan diberi pagar. Dengan adanya temuan Yoni (Nomor Inventaris C.102 i), dapat diketahui bahwa di Padukuhan Mangir, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul pernah berkembang agama Hindu.
Nilai Sejarah : Memperlihatkan bukti-bukti peradaban sejarah di Indonesia, pengenalan agama dan kebudayaan India, dan teknik pahat yang memperlihatkan kemajuan kehidupan masyarakat waktu itu. Selain itu yoni juga menunjukkan informasi bahwa di Padukuhan Mangir, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul sudah ada masyarakat yang menganut agama Hindu dalam tata kehidupan yang terstruktur.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Mempunyai potensi untuk diteliti dalam rangka menjawab masalah di bidang ilmu arkeologi, sejarah, dan antropologi
Nilai Agama : Menunjukkan adanya benda yang masih terkait dengan aktivitas keagamaan atau religi agama Hindu pada abad ke-8 hingga abad ke-10
Nilai Budaya : Sebagai hasil kebudayaan yang mencerminkan jati diri suatu bangsa, kedaerahan atau komunitas tertentu yaitu komunitas penganut agama Hindu.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X
Pengelolaan
Nama Pengelola : masyarakat Padukuhan Mangir
Catatan Khusus : Yoni (Nomor Inventaris C.102 i) di Makam Kembang Padukuhan Mangir Lor, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul terawat. Koordinat UTM SK : 49 X: 420319 Y: 9126713Ukuran : Panjang atas : 66 cmLebar atas : 66 cmPanjang bawah : 56 cmLebar bawah : 56 cmTinggi : 33 cmPanjang lubang : 23 cmLebar lubang : 22 cmKedalaman lubang : 20 cmPanjang cerat : 30 cmLebar cerat : 18 cmKetebalan cerat : 23 cm