Loading

Prasasti Pananggaran

Status : Benda Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Prasasti Pananggaran berbentuk empat persegi panjang dan melengkung pada salah satu sisi berbahan batu andesit dengan tulisan menggunakan huruf dan bahasa Jawa Kuna. Prasasti tersebut berangka tahun 791 Saka (15 Agustus 869 M) dan berisi tentang penetapan perdikan bendungan di Pananggaran. 

Alih aksara dari Prasasrti Pananggaran: 

  1. pana?garan \\ 

  1. // swasti çaka wars?tita 791 bhadraw?da 

  1. m?sa caturthi çuklapak?a mawulu pon 

  1. soma w?ra tatk?la rakyan wiku pada? 

  1. Ipar pu manoha ri? ibu ra (ke) padel?ggan 

  1. anak sa? dewata i ta?ar manusuk da 

Status : Benda Cagar Budaya
Nama Lainnya : BG. 2017
Alamat : Jalan Raya Solo-Yogyakarta No 15 Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.7568215306414° S, 110.4821312° E

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Sleman No 79.10/Kep.KDH/A/2021


Lokasi Prasasti Pananggaran di Peta

Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar -
Tinggi -
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Prasasti Pananggaran ditemukan di dekat Candi Kedulan pada tahun 2003 di sebelah selatan candi induk. Kedua prasasti tersebut telah dibaca, diterjemahkan dan diinterpretasi oleh Drs. Tjahjono Prasodjo, M.A. dan Dr. Riboet Darmosutopo dari Fakultas Ilmu Budaya UGM. Candi Kedulan pertama kali ditemukan pada tanggal 24 September 1993 di kedalaman ± 3 meter oleh penambang pasir saat menggali tanah untuk tanah urug. Candi tersebut ditemukan berupa susunan batu candi dalam keadaan runtuh dan terbenam oleh lahar vulkanik dan sedimen dengan ketebalan 8 m yang tersusun atas 15 lapisan sedimen. Penemuan tersebut dilaporkan ke BP3 Yogyakarta yang kemudian ditindaklanjuti oleh BP3 Yogyakarta dengan melaksanakan ekskavasi penyelamatan, pengumpulan data dan anastilosis dari tahun 1993 hingga 2001. Pada tahun 2002 dilakukan Studi Kelayakan yang dilaksanakan oleh Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman.  Prasasti Pananggaran terdiri dari 14 baris. Pada baris hingga keempat berisi keterangan tempat yaitu di Pananggaran dan penanggalan dari prasasti yaitu 791 Śaka (15 Agustus 869 M). Baris keempat sampai baris keempatbelas mengenai penetapan perdikan bendungan di Pananggaran oleh Rakyan Wiku Padang Lepar (bernama) pu Manoha dan ancaman bagi yang mengganggu atau tidak setia.
Nilai Sejarah : Bahwa Prasasti Pananggaran memiliki informasi tentang adanya bendungan di daerah Sleman pada abad ke 9 M
Nilai Ilmu Pengetahuan : Prasasti Pananggaran merupakan bukti tentang teknik irigasi pertanian dengan bendungan
Nilai Agama : Bahwa Prasasti Pananggaran terkait dengan aktivitas keagamaan pada abad ke 9 Masehi di pulau Jawa
Nilai Budaya : Prasasti Pananggaran merupakan bukti perkembangan kebudayaan Hindu di Indonesia.Prasasti Pananggaran merupakan bukti kehidupan masyarakat beragama Hindu di wilayah Kalasan, memberikan bukti adanya struktur pemerintahan masa lalu, dan adanya masyarakat berbasis pertanian dengan teknologi pengairan bendungan. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
Catatan Khusus : Prasasti Pananggaran saat ini disimpan di Balai Pestarian Cagar Budaya DIY dengan kondisi baik dan terawat. Ukuran Tinggi : 74 cm Lebar  :  46 cm Tebal  :  24 cm