Loading

Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  berada di area Bukit Ijo pada ketinggian 357 mdpl (BPCB 2019). Kondisi lingkungan Candi Ijo merupakan bukit batu kapur yang berteras dan dimanfaatkan sebagai ladang dan perumahan penduduk. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa di kompleks Candi Ijo terdapat 17 objek bangunan dan struktur yang terletak pada 11 teras berundak (BPCB, 2009). Batu penyusun Candi Ijo adalah batu andesit sebagai batu kulit dan batu sedimen sebagai batu isian.   

Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) berada pada teras XI dan memiliki ukuran denah 18.43 x 18.45 meter dengan tinggi 16 meter dengan arah hadap ke barat. Pada bagian dalam bilik candi terdapat Lingga-Yoni. 

Gambaran kosmologi Candi Ijo sebagai replika Gunung Meru dapat dilihat dari sifat, bentuk bangunan dan pola halamannya yang berundak. Sifat Candi Ijo sebagai salah satu tinggalan ajaran Hindu cenderung Siwaistis. Kencenderungan itu berdasarkan pada arca yang terdapat pada bilik Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  yang berupa Lingga-Yoni. Lingga dalam ajaran Hindu merupakan aspek lain dari Dewa Siwa. Lingga-Yoni yang berada di dalam bilik utama diasosiasikan sebagai laki-laki dan perempuan atau Dewa Siwa dan Parwati yang dihubungkan dengan  kesuburan (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan, 2000).  

Bagian-bangian Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) : 

A. Kaki Candi 
Bangunan Induk berdiri di atas kaki candi yang berdenah dasar persegi empat. Pada bagian batur memiliki tinggi 120 cm dan tidak ditemukan hiasan. Pada bagian tangga memiliki tinggi 120 cm, panjang 230 cm dan lebar 148 cm. Di sisi utara dan selatan dari tangga masuk, terdapat pipi tangga dengan hiasan makara. Pada pangkal pipi tangga, terdapat hiasan berbentuk kala. Di sebelah selatan tangga, terdapat brahmastana (batu berbentuk yoni berukuran kecil) sebagai titik pusat bangunan candi. 

B. Tubuh Candi 
Pintu masuk memiliki ukuran tinggi 196 cm dan lebar 136 cm. Pintu masuk ke ruang dalam tubuh candi terletak di pertengahan dinding sisi barat, diapit dua buah relung. 
Pada penampil Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) dihiasi kala makara. Hiasan kala terdapat di ambang pintu bagian atas. Kepala Kala pada Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) memiliki keunikan karena tidak dilengkapi dengan rahang bawah dan hiasan kala juga ditemukan di atas penampil. Kemudian hiasan makara terdapat di samping kanan-kiri ambang pintu. Di dalam mulut masing-masing makara terdapat burung Kakatua (BPCB 2009).
Relung pada bagian luar dinding utara, timur dan selatan, yaitu 3 buah pada masing-masing sisi. Ambang relung juga dibingkai dengan hiasan sepasang kala-makara seperti yang terdapat di relung yang mengapit pintu. Ornamen-ornamen yang dipahatkan pada bangunan candi bersifat naturalis yang menunjukkan persamaan dengan bangunan-bangunan candi gaya Jawa Tengah seperti adanya ornamen relief apsara-apsari, rumbai-rumbai gantung, dan burung nuri dan gana (BPCB 2000).
Bagian bilik Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) memiliki ukuran 610 x 620 cm dan tinggi 830 cm. Pada bagian dalamnya terdapat lingga yang disangga oleh ular yang di atas kepalanya terdapat kura-kura. Lingga ini memiliki lebar bagian dasar 178 cm, lebar bagian atas 256 cm dan tinggi lingga 160 cm. Selain itu pada dinding bilik candi ditemukan ukiran/ relief apsara-apsari yang secara fungsional digunakan sebagai tempat lampu. Pada bagian dalam bilik terdapat relung dengan hiasan kala-makara. Relung tersebut memiliki ukuran 128 x 68 cm. 

C. Atap Candi 
Atap candi bertingkat-tingkat, terbentuk dari susunan segi empat yang makin ke atas makin mengecil. Di setiap sisi terdapat deretan 3 ratna di masing-masing tingkat. Bentuk atap Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  merupakan perpaduan tingkatan menara-menara dihiasi dengan antefik. Pada bagian kemuncak candi berupa Ratna. Sepanjang batas antara atap dan dinding tubuh candi dihiasi dengan deretan pahatan dengan pola berselang-seling antara sulur-suluran dan raksasa. 

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Klasik
Bagian dari : Situs Kompleks Candi Ijo
Alamat : Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.7838685° S, 110.5118582° E

SK Menteri : SK Mendikbud 157/M/1998
SK Walikota/Bupati : SK BUP Sleman 467.5/Kep.KDH/A/2022


Lokasi Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Tradisional
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Tradisional
Fungsi Bangunan : Religi/Keagamaan
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan : Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  berada di area Bukit Ijo pada ketinggian 357 mdpl (BPCB 2019). Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) berada pada teras XI dan memiliki ukuran denah 18.43 x 18.45 meter dengan tinggi 16 meter dengan arah hadap ke barat.
Deskripsi Pintu : Pintu masuk memiliki ukuran tinggi 196 cm dan lebar 136 cm. Pintu masuk ke ruang dalam tubuh candi terletak di pertengahan dinding sisi barat, diapit dua buah relung. 
Deskripsi Atap : Atap candi bertingkat-tingkat, terbentuk dari susunan segi empat yang makin ke atas makin mengecil. Di setiap sisi terdapat deretan 3 ratna di masing-masing tingkat. Bentuk atap Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  merupakan perpaduan tingkatan menara-menara dihiasi dengan antefik. Pada bagian kemuncak candi berupa Ratna. Sepanjang batas antara atap dan dinding tubuh candi dihiasi dengan deretan pahatan dengan pola berselang-seling antara sulur-suluran dan raksasa.
Jenis Ragam Hias : Di sebelah selatan tangga, terdapat brahmastana (batu berbentuk yoni berukuran kecil) sebagai titik pusat bangunan candi; Pada penampil Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) dihiasi kala makara. Hiasan kala terdapat di ambang pintu bagian atas. Kepala Kala pada Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) memiliki keunikan karena tidak dilengkapi dengan rahang bawah dan hiasan kala juga ditemukan di atas penampil. Kemudian hiasan makara terdapat di samping kanan-kiri ambang pintu. Di dalam mulut masing-masing makara terdapat burung Kakatua; Sepanjang batas antara atap dan dinding tubuh candi dihiasi dengan deretan pahatan dengan pola berselang-seling antara sulur-suluran dan raksasa. 
Interior : Bagian bilik Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A) memiliki ukuran 610 x 620 cm dan tinggi 830 cm. Pada bagian dalamnya terdapat lingga yang disangga ole
Fungsi Situs : Religi/Keagamaan
Fungsi : Religi/Keagamaan
Peristiwa Sejarah : 1. Sejarah Penemuan Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  a. Kompleks Candi Ijo ditemukan pada tahun 1886 oleh Dorrepaal, administrateur perkebunan tembakau “Saragedoeg”. Kemudian pada tahun 1887, situs tersebut digambar oleh H. L. Leydie Melville dan ditulis oleh J. Groeneman yang dimuat dalam Tijdschrijft Batavia Genootschap XXXII (halaman 313-338). Orang asing berikutnya yang datang ke Candi Ijo adalah C. A. Rosemeijer yang menemukan tiga buah arca batu dan lingga yoni di bilik Candi Ijo. b. Kompleks Candi Ijo masuk dalam laporan inventarisasi tinggalan arkeologi yang disusun oleh Batavia Genoostchap van Kunsten en Wetenschappen tahun 1909.  c. Pada masa kolonial, kondisi candi masih berupa reruntuhan serta tertutup oleh gundukan tanah dan semak belukar.  d. Pada tahun 1920, Oudkundige Dienst mengirim P.J. Perquin ke kompleks Candi ijo untuk melakukan penelitian sebagai langkah awal dari kegiatan pemugaran. e. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Dinas Purbakala mulai tahun 1958  f. Selama beberapa tahun dilakukan beberapa penelitian untuk pemugaran Bangunan Induk yang kemudian bisa diselesaikan pada 1997. 2. Sejarah Pelestarian Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  a. Penelitian terhadap Candi Ijo dilakukan oleh Indonesia melalui Dinas Purbakala mulai 1958.  b. SPSP (Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemugaran dan selesai pada 1997. c. Observasi keterawatan dan kerusakan Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  dan Perwara Candi Ijo pada 5-7 Februari 2014 oleh BPCB DIY d. Kegiatan Konsolidasi Bangunan Induk dan Perwara Candi Ijo pada 15 September – 12 November 2014 oleh BPCB DIY.
Riwayat Penemuan : Kompleks Candi Ijo ditemukan pada tahun 1886 oleh Dorrepaal, administrateur perkebunan tembakau “Saragedoeg”.C. A. Rosemeijer yang menemukan tiga buah arca batu dan lingga yoni di bilik Candi Ijo.
Riwayat Pemugaran : Selama beberapa tahun dilakukan beberapa penelitian untuk pemugaran Bangunan Induk yang kemudian bisa diselesaikan pada 1997.
Riwayat Penelitian : Pada tahun 1887, situs tersebut digambar oleh H. L. Leydie Melville dan ditulis oleh J. Groeneman yang dimuat dalam Tijdschrijft Batavia Genootschap XXXII (halaman 313-338).Pada tahun 1920, Oudkundige Dienst mengirim P.J. Perquin ke kompleks Candi ijo untuk melakukan penelitian sebagai langkah awal dari kegiatan pemugaran. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Dinas Purbakala mulai tahun 1958 
Nilai Sejarah : Bangunan Induk Candi Ijo (Candi A)  mempunyai arti khusus bagi perkembangan sejarah kebudayaan Mataram Kuno abad IX - X M.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Sebagai bahan kajian bagi berbagai bidang ilmu seperti arkeologi, sejarah, antropologi, arsitektur dan geologi. 
Nilai Agama : Sebagai bahan pembelajaran agama, khususnya agama Hindu.
Nilai Pendidikan : Sebagai bahan pengajaran untuk pelajar dan pengajar.
Nilai Budaya : Merupakan bukti adanya kebudayaan Hindu yang pernah tumbuh dan berkembang di daerah tersebut pada masa Mataram Kuno.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan
Riwayat Kepemilikan : -
Pengelolaan
Nama Pengelola : BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan