Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/776 merupakan tipikal rumah berarsitektur Jawa yang terdiri dari bangunan pendopo, pringgitan, dalem, senthong kiwa, senthong tengah, senthong tengen, gandhok kiwa, pawon dan pekiwan. Orientasi bangunan utara-selatan dengan arah hadap ke selatan. Bangunan pendopo berdenah persegi dengan ukuran 8.24 x 7.10 m (lihat gambar denah), berbentuk joglo lawakan dengan hiasan ukiran flora (lung-lungan/suluran) dan nanasan pada bagian tumpang sari dengan material penutup berupa genting press tanah liat. Bangunan pendopo saat ini digunakan sebagai café dan ruang pertemuan. Sisi timur pendopo terdapat bangunan beratap kampung yang saat ini berfungsi sebagai perpustakaan dan di sebelah selatannya terdapat toilet.
Bangunan induk atau dalem berada di sebelah utara pendopo dan diantara kedua bangunan dibatasi oleh Gang Rukunan. Bangunaan ini memiliki atap joglo dengan material penutup berupa genting press tanah liat. Bangunaan dalem pada bagian depan memiliki pringgitan/emper terbuka yang berfungsi sebagai tempat penerima tamu. Pada awalnya pringgitan ditutup oleh gebyok kayu berbentuk pagar yang kemudian dipindah ke pendopo. Pada bagian pringgitan ini terdapat tiang penyangga atap rumah bertipe bahu dhanyang. Sebutan ini merujuk pada kermiripan bentuk dengan bahu manusia yang menyangga beban. Bahu dhanyang merupakan salah satu ciri khas komponen bangunan tradisional Jawa di Kotagede. Daun pintu dan jendela berbahan kayu dan bertipe kupu tarung. Pada bagian tebeng pintu dan jendela terdapat pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran) dengan bunga matahari di tengahnya.
Bagian dalam atau interior dalem terdapat senthong kiwa, senthong tengah dan senthong tengen yang merupakan unsur khas dalam rumah Jawa. Senthong tengah telah berubah fungsi dari tempat pasren menjadi tempat sholat. Sedangkan senthong kiwa dan tengen berfungsi sebagai kamar tidur. Langit-langit menggunakan pelapis berupa anyaman bambu/ gedhek. Pada bagian tebeng senthong kiwa, tengah dan tengen terdapat pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran) dengan bunga matahari di tengahnya. Hiasan pada tumpangsari berupa ukiran flora (lung-lungan/suluran) dan nanasan.
Gandhok kiwa berada di sisi timur menempel pada dalem. Bangunan Gandhok Kiwa beratap kampung dan saat ini digunakan sebagai ruang keluarga. Bagian barat dalem memiliki pintu yang menyerupai seketheng yang menghubungkan dapur/pawon dan kamar mandi/pakiwan di bagian belakang rumah induk. Dalem menggunakan lantai plester berbahan semen dan kapur.