Loading

Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785 merupakan tipikal rumah berarsitektur Jawa yang terdiri dari bangunan pendopo, pringgitan, dalem, senthong kiwa, senthong tengah, senthong tengen, gandhok kiwa, pawon dan pekiwan. Orientasi bangunan menghadap ke selatan. Bangunan pendopo berdenah persegi dengan ukuran 8.10 x 7.13 m (lihat gambar denah), berbentuk joglo lawakan dengan hiasan ukiran flora (lung-lungan/suluran) dan nanasan pada bagian tumpang sari dengan material penutup atap berupa genting kripik. Pendopo menggunakan lantai semen.

Bangunan induk atau dalem berada di sebelah utara pendopo. Bangunaan ini memiliki atap joglo dengan material penutup atap berupa genting press tanah liat. Bangunan dalem pada bagian depan memiliki pringgitan/emper terbuka. Daun pintu dan jendela berbahan kayu dan bertipe kupu tarung, terdapat pintu menuju ke gandhok. Daun pintu jendela bertipe ganda dengan panil kaca. Pada bagian tebeng pintu terdapat pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran) dengan cawan di tengahnya.

Bagian dalam atau interior dalem terdapat senthong kiwa, senthong tengah dan senthong tengen yang merupakan unsur khas dalam rumah Jawa. Pada bagian tebeng senthong tengah terdapat pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran) sedangkan senthong kiwo dan tengen berhias pahatan panahan. Pada bagian struktur pendukung atap (brunjung) terdapat tumpangsari yang memiliki dada peksi berornamen ukiran flora (lung-lungan/suluran) dan nanasan.

Gandhok kiwa berada di sisi timur dalem. Bangunan gandhok kiwa beratap kampung dan saat ini digunakan sebagai ruang keluarga. Bagian timur dalem memiliki pintu yang menyerupai seketheng yang menghubungkan dapur/pawon dan kamar mandi/pakiwan di bagian belakang rumah induk. Ruang dalem menggunakan lantai material tegel abu-abu berukuran 20x20 cm.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Tradisional Jawa
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kotagede
Alamat : Alun-alun KG III/ 785, RT 36 RW 09, Purbayan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.830711° S, 110.399498° E

SK Walikota/Bupati : SK WALKOT Yogyakarta


Lokasi Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785 di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan : Orientasi bangunan menghadap ke selatan. Bangunan induk atau dalem berada di sebelah utara pendopo.
Deskripsi Jendela : Daun jendela berbahan kayu dan bertipe kupu tarung. Daun jendela bertipe ganda dengan panil kaca.
Deskripsi Pintu : Daun pintu berbahan kayu dan bertipe kupu tarung, terdapat pintu menuju ke gandhok. Daun pintu bertipe ganda dengan panil kaca. Pada bagian tebeng pintu terdapat pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran) dengan cawan di tengahnya.
Deskripsi Atap : Bangunan pendopo beratap joglo lawakan. Bangunan induk atau dalem memiliki atap joglo dengan material penutup atap berupa genting press tanah liat. Bangunan gandhok kiwa beratap kampung.
Deskripsi Lantai : Ruang dalem menggunakan lantai material tegel abu-abu berukuran 20x20 cm.
Deskripsi Ventilasi : Terdapat pahatan kayu berornamen flora (lung-lungan/suluran) dengan cawan di tengahnya.
Jenis Ragam Hias : Ukiran flora.
Desain : Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785 merupakan tipikal rumah berarsitektur Jawa yang terdiri dari bangunan pendopo, pringgitan,
Konteks : Kotagede adalah kota kerajaan pertama di dalam sejarah Kerajaan Mataram Islam. Sebagai kota kerajaan yang muncul pada akhir abad XVI, Kotagede mempunyai berbagai komponen kota sesuai dengan kebutuhan dan zamannya. Di antaranya, di pusat kota terdapat keraton di sisi selatan, Masjid Agung di sisi barat, dan pasar di sisi utara alun-alun. Di luar pusat kota terdapat pemukiman penduduk kota, taman, pemakaman kerajaan, atau komponen lainnya. Berdasarkan toponim, lokasi Kampung Alun-alun ini dahulunya merupakan alun-alun kerajaan Mataram yang lama kelamaan berubah menjadi perkampungan. Perkampungan ini berkembang sekitar tahun 1910 dibuktikan dengan salah satu struktur gerbang di Gang Rukunan yang memiliki angka tahun 1840 (tahun Jawa) atau 1910 tahun Masehi. Di Kampung Alun-alun ini terdapat rumah-rumah tradisional Jawa Khas Kotagede yang masih mempertahankan keasliannya baik komponen tata ruang, maupun material yang digunakan.
Nilai Sejarah : Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785 memiliki arti khusus bagi sejarah perkembangan tata ruang rumah Tradisional Jawa dan tata ruang kawasan Kotagede
Nilai Ilmu Pengetahuan : Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785 memiliki arti khusus ilmu pengetahuan yang berguna bagi obyek pembelajaran ilmu arsitektur, teknik sipil, arkeologi, dan seni. Dalam bidang ilmu pengetahuan arsitektur bangunan ini memberikan khasanah yang meliputi tentang tipologi bangunan, tata ruang, tektonika bangunan dan penggunaan material. Sedangkan dalam ilmu teknik sipil bangunan ini memberikan informasi tentang penyelesaian struktur bangunan rumah Jawa. Adapun dalam bidang seni bangunan ini memberikan informasi mengenai ragam hias. Dalam bidang arkeologi, rumah tradisional ini merupakan salah satu bentuk living monument yang masih hidup di tengah masyarakat Kampung Alun-alun. Selain itu juga bangunan ini memberikan informasi mengenai filosofi tata ruang rumah tradisional Jawa Khas Kotagede. 
Nilai Budaya : Bangunan Rumah Tradisional Kotagede di Alun-alun KG III/785 merupakan bukti nyata hasil karya manusia, menggambarkan nilai budaya yang tinggi terkait teknologi, seni rancang bangun, konsep kearifan lokal, dan filosofi bangunan dalam masyarakat Jawa.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Rokhmad Fahrudin (sertifikat)
Pengelolaan
Nama Pengelola : Rokhmad Fahrudin (sertifikat)
Catatan Khusus : Koordinat pada SK: 7°49'50.9764"S 110°23'58.0791"E; 49 M 433797 E 9134370 N