| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Peristiwa Sejarah | : | Berdasarkan laporan BPCB D.I. Yogyakarta temuan Struktur Mintorogo ini dilaporkan oleh Bapak Dwi Ony Raharjo pada tanggal 16 Agustus 2021. |
| Riwayat Pelestarian | : | 1. Pada bulan Juli 2022 dilakukan survei lapangan oleh BPCB D. I. Yogyakarta Struktur Mintorogo. Berdasarkan survei awal ditemukan sebaran batuan dan struktur di puncak bukit Mintorogo. Struktur tersebut tertutup oleh semak-semak dan tanaman keras (Pohon Sono, Pohon Mahoni, Pohon Jati) 2. Pada Agustus 2022 Dinas Kebudayaan Sleman melakukan kajian di Struktur Mintorogo. 3. Pada 21 Oktober 2022 dilakukan seminar hasil kajian Struktur Mintorogo yang dihadiri oleh Dinas Kebudayaan Sleman, Dinas Pariwisata Sleman, BPCB D. I. Yogyakarta, Departemen Arkeologi UGM, TACB Sleman, Kalurahan Gayamharjo serta Pokdarwis Gayamharjo |
| Nilai Sejarah | : | Struktur Mintorogo mempunyai arti khusus bagi perkembangan sejarah kebudayaan Mataram Kuno abad IX - X M. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Sebagai bahan kajian bagi berbagai bidang ilmu seperti arkeologi, sejarah, arsitektur, dan geologi, |
| Nilai Agama | : | Sebagai bahan pembelajaran agama, khususnya agama Budha. |
| Nilai Pendidikan | : | Sebagai bahan pembelajaran untuk pelajar dan pengajar |
| Nilai Budaya | : | Merupakan bukti adanya kebudayaan Budha yang pernah tumbuh dan berkembang di daerah tersebut pada masa Mataram Kuno. Struktur Mintorogo di Padukuhan Gayam, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman merupakan bukti perkembangan kebudayaan dan agama Budha di Kabupaten Sleman yang berlangsung pada masa Mataram Kuno. Keberadaannya menjadikan bukti bahwa di daerah tersebut dahulu memiliki kebudayaan dan pengetahuan yang maju dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk berbagai bidang ilmu. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Sultan Ground |
| Nama Pengelola | : | Pokdarwis Gayamharjo |