Loading

Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat (Pesanggrahan Warungboto)

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Pesanggrahan Rejowinangun terdiri atas sisi barat dan sisi timur yang terpisah oleh Sungai Gajah Wong. Pesanggrahan sisi barat ini juga dikenal dengan nama Pesanggrahan Warungboto. Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat terbagi menjadi empat bagian yaitu bagian tengah (a), bagian utara (b), bagian selatan (c) dan terdapat benteng keliling (d) (lihat lampiran denah) 

Bagian tengah 

Bagian ini terdiri atas ruang sisi barat, umbul dan kolam, serta ruang sisi timur. Ketinggian tanah bagian ini berbeda (berundak), sisi timur merupakan area yang paling rendah, mengarah ke barat ketinggiannya semakin bertambah. Bagian ini terdiri atas tiga ruang, ruang pertama di sisi paling timur berupa ruang berdenah persegi panjang dengan ukuran 11,65 mx 7,05 m dikelilingi oleh tembok dengan lekukan di bagian atas, yang mungkin merupakan sisa dari bukaan sebagai jendela. Tebal dinding bagian ini adalah satu meter. Terdapat anak tangga di sisi timur bangunan yang menurun ke tiga arah. Bagian ini dahulu dikelilingi dengan kolam, terlihat di bagian utara, akan diekskavasi tahun 2022. 

Ruangan kedua merupakan area kolam berbentuk persegi panjang berukuran 10meter x 4meter berkedalaman 0,75 meter, di sisi baratnya terdapat kolam berdenah bulat dengan diameter 4,5meter dan kedalaman 0,5 meter. Kedua kolam tersebut dihubungkan oleh saluran air. Pada tengah kolam terdapat struktur bekas pancuran berbahan batu andesit. Terdapat anak tangga yang menghubungkan ruangan ini dari ruang pertama, sedangkan terdapat dua lubang pintu yang menghubungkan ruangan dua dengan ruangan sayap utara dan selatan.  

Ruangan ketiga berbentuk bujur sangkar berukuran 10meter x 10meter. Pada sisi barat bangunan ini terdapat ruang yang mirip dengan mihrab pada masjid. Terdapat akses berupa anak tangga di sisi utara, tengah, dan selatan (berundak) dari ruang dua menuju ruang tiga. 

Bagian utara 

Bagian utara merupakan ruang-ruang yang tersusun membujur utara-selatan. Terdapat 5 buah ruang berukuran 2,9 m x 3,53 m bentuk ruang persegi. Dinding berbahan batu bata berplaster bligon dengan tinggi 6,85 m dan tebal 0,8 m. Ruang-ruang ini dihubungan dengan pintu, sebagian berbentuk persegi dan sebagian lain berbentuk melengkung. Pada sisi terluar bangunan sisi utara terdapat bangunan berlantai dua, pada lantai bawah terdapat lubang pintu berbentuk lengkung yang terdapat di sisi timur dan barat. Kedua lubang pintu ini terdapat anak tangga menghubungkan lantai atas. Lantai atas merupakan bangunan terbuka dengan pagar pengaman dan lubang pintu berbentuk lengkung yang terdapat di sisi barat, sisi utara dengan ukuran 1 m x 1,56 m. Pada lantai atas terdapat pengaman berupa pagar keliling dari pasangan batu bata berplester setinggi 1m dan tebal 0,7 m. 

Bagian selatan 

Bagian selatan memiliki denah yang mirip dengan bagian utara, dengan posisi yang terbalik (cerminan), namun terdapat salah satu ruang berfungsi sebagai kolam dengan pancuran air.  

Pada ruang utara-barat bagian selatan ini terdapat struktur yang diperkirakan sebagai pancuran air kolam yang dikenal dengan sebutan Pasiraman Gajah, terdapat fragmen hiasan berupa dua bentuk silindris yang tegak dan relief. Relief ini diperkirakan sebagai kaki gajah. 

d) Benteng keliling 

Benteng keliling Pesanggrahan Rejawinangun terbuat dari batu bata berplester, sebagian telah runtuh dan tersisa pagar keliling sisi selatan membujur barat-timur sepanjang 62 m. Tebal dinding benteng 0,80 m dengan ketinggian 5,6 m.  

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Tradisional Jawa
Tahun : 1785
Alamat : Jalan Veteran No. 77 , Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.810202° S, 110.39328° E

SK Walikota/Bupati : SK WALKOT Yogyakarta 378/2023


Lokasi Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat (Pesanggrahan Warungboto) di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Pesanggrahan Rejowinangun dibangun atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono II sebelum menjadi Raja Kasultanan Yogyakarta pada tahun 1785. Pada waktu itu kompleks ini difungsikan sebagai pesanggrahan (tempat peristirahatan) anggota keluarga kerajaan. Pesanggrahan Rejowinangun lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama Pesanggrahan Warungboto. Nama Warungboto merupakan toponim yang tercantum dalam peta-peta kuno Belanda dan saat ini menjadi nama daerah administratif. Dalam sejarah, pesanggrahan ini disebut dengan Pesanggrahan Rejowinangun disebut juga Jowinangun. Dalam Serat Rerenggan Kraton pesanggrahan ini disebut Jowinangun dan di dalam Babad Momana disebut Rejowinangun. Dalam Babad Suryaning Alaga, Pesanggrahan ini disebut juga sebagai Pesanggrahan Ngawatrejo.  Keberadaan pesanggrahan ini dapat dilacak melalui toponimi Redjowinangoen dan Waroengbata berdasarkan peta Belanda tahun 1918 – 1919.  
Riwayat Pemugaran : 1. Pada tahun 2009 dilakukan konsolidasi pada bagian sisi timur dan kemudian dicat warna putih tahun 2010, 2. Tahun 2015 dilakukan konsolidasi bagian mighrab. Tahun 2016 dilakukan konsolidasi pada bagian kolam dan bangunan tingkat sisi selatan,  3. Pada tahun 2017 konsolidasi pada sisi utara, 4. Pada tahun 2018 pembebasan lahan sisi barat oleh Disbud Prov, 5. Pada tahun 2019 konsolidasi talud sisi selatan (Pasiraman Gadjah),  6. Pada tahun 2020 konsolidasi talud sisi utara,   7. Pada tahun 2021 konsolidasi bangunan sisi utara dengan membuat penguatan bangunan lantai dua.  
Nilai Sejarah : Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat (Pesanggrahan Warungboto) merupakan pesanggrahan yang dibangun pada era HB I, dibuat berdasar perintah HB II sebelum menjadi raja. Keberadaan pesanggrahan ini tercantum dalam beberapa naskah babad dan peta Belanda.  
Nilai Ilmu Pengetahuan : Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat (Pesanggrahan Warungboto) merupakan objek yang berguna bagi menjawab pertanyaan pada ilmu arsitektur dan arkeologi. Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat (Pesanggrahan Warungboto) memiliki beberapa karakter yang khas antara lain terlihat pada keletakan, penggunaan material bahan bangunan, denah dan tata ruang, serta keberadaan umbul dan taman air.  
Nilai Budaya : Pesanggrahan Rejowinangun Sisi Barat (Pesanggrahan Warungboto) merupakan bukti nyata hasil karya manusia, menggambarkan nilai budaya yang tinggi terkait teknologi, seni rancang bangun, dan filosofis bangunan. Pesanggrahan Rejowinangun menjadi refleksi keharmonisan antara manusia dengan alam yang diwujudkan dalam bangunan yang mengandung dan memanfaatkan unsur alam (air/tuk). 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Kasultanan Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan D.I. Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : BPK Wilayah X Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Catatan Khusus : Koordinat SK : 7°48'34.9"S 110°23'36.1"E   49 M -7.810202 E 110.393280 N