| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Peristiwa Sejarah | : | Menurut berita berbahasa Belanda seperti Jogja’s assaineeringplan dalam De Locomotief edisi 28 November 1929, Djokja’s rioleering dalam Indisch Courant edisi 07 Mei 1930 di koran De Locomotief pada tanggal 28 November 1929, dan “De Djokjasche assaineeringswerken”, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië edisi 29 September 1928 pemerintah kolonial Belanda melakukan pembangunan saluran sanitasi atau assainering di Kota Yogyakarta. Kegiatan tesebut pada awalnya direncanakan pada tahun 1929. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur aliran air yang masuk, bak penampungan, dan sistem saluran pembuangan tertutup melalui pipa bawah tanah. Pancuran Donotirto Bumijo ini merupakan rangkaian dari Bendungan Bendolole (Kricak). Bendungan Bendolole merupakan bangunan saluran air yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda yang merespon perkembangan pemukiman penduduk kota Yogyakarta. Pada awalnya sudah ada saluran air bersih yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I yang disebut dengan Kali Larangan. Kali Larangan ini digunakan Sultan Hamengku Buwono I untuk mencukupi kebutuhan air bersih di lingkungan Kraton Yogyakarta (Masjid dan Tamansari). Seiring dengan perkembangan pemukiman dan padatnya penduduk di kota Yogyakarta, pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1930 membangun saluran baru di bagian hulu dengan membendung Kali Winongo (bendungan Bendolole). Saluran ini yang konstruksi menyambung dengan saluran yang sudah ada di Kali Larangan untuk kemudian digunakan sebagai program sanitasi (assaineering). Oleh sebab itu dibuatlah outlet-outlet pancuran air di area pemukiman masyarakat yang dapat dimanfaatkan secara bebas oleh masyarakat mendukung program sanitasi yang di lancarkan oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu. |
| Nilai Sejarah | : | Terkait dengan sejarah sistem saluran sanitasi Kota Yogyakarta pada masa Kolonial Belanda |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Objek yang berguna bagi menjawab pertanyaan pada ilmu teknik hidrologi, ilmu arsitektur dan ilmu sosial. |
| Nilai Budaya | : | Pancuran Donotirto Bumijo merupakan fasilitas umum yang dibangun pada masa kolonial sebagai bentuk upaya peningkatan kesadaran kebersihan masyarakat. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Nama Pengelola | : | Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Catatan Khusus | : | Koordinat SK : S7°46'54.49", E110°21'28.78" 49M 429212 E 9139770 NBilik wanita: Panjang 6,35 m lebar 4,91 m Bilik pria: Panjang 4,70 m, lebar, 4,91 m |