Loading

Pancuran Donotirto di Bumijo

Status : Struktur Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Struktur Pancuran Donotirto Bumijo merupakan struktur berbentuk persegi panjang dengan dua bilik ruangan yang masing-masing diperuntukan untuk wanita di sisi selatan dan pria di sisi utara. Dinding terbuat dari batu bata berplester dengan tinggi dinding 225 cm. Dinding di bagian dalam pemandian dihiasi dilapisan semen kasar/sawut, sedangkan bagian luar dinding dihiasi potongan batu andesit bertekstur dan berbentuk persegi. Penambahan ketinggian dan lapisan hiasan dinding ini merupakan bagian dari kegiatan renovasi tahun 2015. Akses masuk ke pancuran ini berada di sisi timur, terdapat sebuah lorong yang menghubungkan masing-masing pintu bilik wanita dan pria. Terdapat satu buah pintu di sisi selatan yang menuju langsung ke bilik wanita namun tidak difungsikan, terdapat hiasan di atas pintunya. Ukuran bilik wanita lebih besar dari bilik pria, terdapat tiga buah pancuran yang airnya mengalir terus menerus serta dua buah batu pijakan. Sementara pada bilik pria terdapat tiga buah pancuran dengan satu batu pijakan. Air tersebut berasal dari saluran bawah tanah Bendolole (Daerah Kricak) bersumber dari Kali Winongo. Aliran air ini dapat ditutup melalui pintu air dekat Kantor Kemantren Gedongtengen. Pancuran Donotirto Bumijo merupakan salah satu outlet dari saluran Bendungan Bendolole yang menjadi saluran sanitasi di kota Yogyakarta sejak masa kolonial.

Status : Struktur Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Tahun : 1929
Alamat : Jalan Manunggal No 146 , Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.7818060489311° S, 110.35798568073° E

SK Walikota/Bupati : SK WALKOT Yogyakarta 390/2023


Lokasi Pancuran Donotirto di Bumijo di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Menurut berita berbahasa Belanda seperti Jogja’s assaineeringplan dalam De Locomotief edisi 28 November 1929, Djokja’s rioleering dalam Indisch Courant edisi 07 Mei 1930 di koran De Locomotief pada tanggal 28 November 1929, dan “De Djokjasche assaineeringswerken”, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië edisi 29 September 1928 pemerintah kolonial Belanda melakukan pembangunan saluran sanitasi atau assainering di Kota Yogyakarta. Kegiatan tesebut pada awalnya direncanakan pada tahun 1929. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur aliran air yang masuk, bak penampungan, dan sistem saluran pembuangan tertutup melalui pipa bawah tanah.  Pancuran Donotirto Bumijo ini merupakan rangkaian dari Bendungan Bendolole (Kricak). Bendungan Bendolole merupakan bangunan saluran air yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda yang merespon perkembangan pemukiman penduduk kota Yogyakarta. Pada awalnya sudah ada saluran air bersih yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I yang disebut dengan Kali Larangan. Kali Larangan ini digunakan Sultan Hamengku Buwono I untuk mencukupi kebutuhan air bersih di lingkungan Kraton Yogyakarta (Masjid dan Tamansari). Seiring dengan perkembangan pemukiman dan padatnya penduduk di kota Yogyakarta, pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1930 membangun saluran baru di bagian hulu dengan membendung Kali Winongo (bendungan Bendolole). Saluran ini yang konstruksi menyambung dengan saluran yang sudah ada di Kali Larangan untuk kemudian digunakan sebagai program sanitasi (assaineering). Oleh sebab itu dibuatlah outlet-outlet pancuran air di area pemukiman masyarakat yang dapat dimanfaatkan secara bebas oleh masyarakat mendukung program sanitasi yang di lancarkan oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu.
Nilai Sejarah : Terkait dengan sejarah sistem saluran sanitasi Kota Yogyakarta pada masa Kolonial Belanda
Nilai Ilmu Pengetahuan : Objek yang berguna bagi menjawab pertanyaan pada ilmu teknik hidrologi, ilmu arsitektur dan ilmu sosial.  
Nilai Budaya : Pancuran Donotirto Bumijo merupakan fasilitas umum yang dibangun pada masa kolonial sebagai bentuk upaya peningkatan kesadaran kebersihan masyarakat.  
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Catatan Khusus : Koordinat SK : S7°46'54.49", E110°21'28.78"  49M 429212 E 9139770 NBilik wanita: Panjang 6,35 m lebar 4,91 m Bilik pria: Panjang 4,70 m, lebar, 4,91 m