Pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Ada beberapa pasar yang dibangun pada masa Kolonial di Kabupaten Bantul yang hingga kini masih berdiri dan bahkan masih berfungsi. Salah satu pasar tersebut adalah Pasar Turi yang terletak di Turi Padukuhan Kuwon, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.
Los Lama Pasar Turi merupakan pasar kabupaten dan digunakan untuk berjualan setiap hari tetapi lebih ramai pada hari pasaran Pahing. Di Pasar Turi terdapat 26 unit los. Tiga los merupakan los lama dengan konstruksi baja, sedangkan satu buah los lama dibuat dengan konstruksi kayu. Los lama tersebut berada di bagian tengah kompleks Pasar Turi. Los lama berupa bangunan panjang, terbuka/tanpa dinding, dengan atap berbentuk pelana atau kampung. Denah los lama Pasar Turi berbentuk persegi panjang dengan arah membujur utaraselatan. Tiga los lama pasar dengan konstruksi baja memiliki ukuran yang sama, yakni 20 m x 3 m, serta tinggi 2,5 m. Tinggi lantai los lama pasar dengan konstruksi baja ditinggikan 19-20 cm dari permukaan tanah. Los lama pasar dengan konstruksi kayu berukuran 12 m x 2,89 m, serta tinggi 3,68 m. Tinggi lantai los lama pasar dengan konstruksi kayu ditinggikan 10
cm dari permukaan tanah.
Los lama pasar dengan konstruksi kayu memiliki atap berbentuk limasan dengan usuk ri gereh. Atap ditutup dengan genteng model kripik. Los lama memiliki tiang kayu berjumlah sepuluh buah yang didirikan di atas duk. Tiang berukuran 13 cm x 13 cm serta tinggi 259 cm. Lantai los lama berupa plesteran semen.Struktur Los Lama Pasar Turi dengan konstruksi baja menggunakan beberapa jenis baja profil, yaitu baja profil I (INP), baja profil C (CNP) atau canal, baja profil siku atau L. Struktur baja tersebut terutama digunakan untuk membentuk kuda-kuda yang menyatu dengan tiang, serta gording. Komponen-komponen struktur baja tersebut dihubungkan dengan pelat dan baut baja. Bagian tutup keong menggunakan bahan seng gelombang.
Struktur pada Los Lama Pasar Turi dengan konstruksi baja menggunakan tiang tunggal. Masing-masing los terdapat empat buah tiang yang terdiri dari dua batang baja profil C yang disambung dengan pelat baja dan baut Ø 22 mm. Baja profil C berukuran 8 cm x 4,5 cm x 4,5 cm dengan ketebalan 0,5 cm. Struktur tiang dan kuda-kuda merupakan satu kesatuan. Masing masing tiang terdapat umpak yang terbuat dari pasangan bata berplester berbentuk trapesium. Umpak tersebut berukuran 42,5 cm x 30,5 cm, serta tinggi 84 cm. Lantai los lama pasar ditutup dengan tegel warna abu-abu berukuran 20 cm x 20 cm.Struktur yang membentuk kerangka atap Los Lama Pasar Turi dengan konstruksi baja terdiri atas kuda-kuda, bubungan (nok), gording, reng, usuk, sekur, dan penutup atap. Kudakuda memiliki fungsi menopang tekanan pada rangka atap dan langsung menyalurkannya ke struktur tiang. Posisi kuda-kuda ada di bagian atas setiap tiang. Kuda-kuda dibentuk dari baja profil C. Bubungan atau balok nok adalah struktur yang mengikat kuda-kuda satu dengan yang lainnya. Posisi nok memanjang sesuai dengan panjang rangka atap. Bubungan menggunakan baja profil I. Tiang, kuda-kuda, dan bubungan disambung menggunakan pelat baja dan baut Ø 22 mm. Di ujung timur dan barat terdapat sekur atau struktur penyokong, yaitu dua baja siku yang dipasang miring di antara tiang dan balok nok. Sekur berfungsi menopang tutup keong yang terbuat dari seng gelombang. Tutup keong berfungsi menahan tampias air hujan. Tutup keong ketiga los lama Pasar Turi masih utuh.
Gording adalah struktur tumpuan dari usuk, reng, dan genteng. Gording menggunakan baja profil C. Usuk adalah struktur rangka atap yang menjadi tumpuan reng dan genteng. Usuk menggunakan baja siku. Posisi usuk pada bagian atas menumpu pada balok nok, sedangkan bagian pangkal menumpu pada gording. Reng adalah struktur rangka atap yang berada tepat di bawah genteng. Reng berupa baja profil L dan berfungsi sebagai tempat bersandarnya genteng. Penutup atap untuk Los Lama Pasar Turi menggunakan genteng kripik. Genteng dipasang pada atap yang miring seperti atap pelana atau atap kampung dengan menerapkan sistem saling mengikat dan mengunci (inter-locking). Bagian bubungan menggunakan kerpus yang diperkuat dengan semen.
Bangunan Los Lama Pasar Turi tidak memiliki ragam hias, baik yang berupa ragam hias arsitektur maupun ragam hias dekoratif. Estetika bangunan ini terbentuk oleh struktur berulang dengan kontras antara rangka baja yang ringan dan umpak solid/pejal yang menopangnya. Pengaruh arsitektur Eropa ditunjukkan dari penggunaan konstruksi baja yang diproduksi oleh perusahaan milik Belanda. Pengaruh arsitektur Jawa dapat dilihat dari tipologi los pasar terbuka dengan atap kampung dan atap limasan.