| Konteks |
: |
Tentara pendudukan Jepang mulai masuk ke Yogyakarta sejak tanggal 6 Maret 1942, dua hari sebelum pemerintah Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang. Setelah pemerintahan sipil Hindia-Belanda pergi, maka kekuasaan dipegang oleh pemerintah militer Jepang. Untuk mempertahankan kekuasaannya dari serbuan tentara sekutu yang bisa menyerang kapan saja, maka pemerintahan militer Jepang membangun sistem pertahanan di tempat-tempat yang diperkirakan akan menjadi tempat pendaratan tentara sekutu.Sebagai upaya pertahanan daerah Yogyakarta, pemerintah militer Jepang mendirikan gua-gua perlindungan dan pertahanan yang strategis meliputi Kaliurang di sebelah utara, Lapangan Udara Maguwo di bagian tengah, dan Pundong di sekitar pantai Laut Selatan. Dalam Kitab Penoentoen Pembelaan Tanah Air untuk Oemoem, Boelan 12, tahoen 19 shoowa osamu 1602 Butai, dijelaskan bahwa terdapat tiga jenis pengawasan, salah satunya yakni pengawasan pantai (Kaigan Kanshi). Oleh karena itu, selain membangun sistem pertahanan di Kaliurang dan Maguwo, Jepang juga mendirikan sistem pertahanan di perbukitan Pundong dan di dekat Pantai Parangtritis, menghadap ke arah pantai selatan. Jepang memperkirakan bahwa tentara sekutu dari Australia akan mendaratkan pasukannya di lokasi tersebut. Gua pertahanan dan perlindungan yang berada di sekitar pantai dengan gua-gua yang berada di perbukitan merupakan satu kesatuan strategi pertahanan yang saling terkait. Gua-gua di perbukitan tersebut antara yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan fasilitas jalan-jalan berparit.Dilihat dari bentuknya, Gua Jepang di perbukitan Pundong mempunyai fungsi yang beragam, antara lain:1. Gua untuk pengintaian dan penembakan yang diindikasikan menggunakan senjata artileri berat (meriam) terletak di tepi pantai, jumlahnya 1 gua (gua nomor 19)2. Gua-gua untuk pengintaian dan penembakan yang diindikasikan menggunakan senapan mesin ringan, terletak di lereng-lereng pegunungan yang menghadap lembah atau dataran rendah, jumlahnya 6 gua (gua nomor 4, 5, 9, 10, 13, 18, dan 20)3. Gua-gua yang bagian atasnya dilengkapi menara pengintaian, terletak di puncak-puncak pegunungan, jumlahnya 3 gua (gua nomor 2, 7, dan 11)4. Gua untuk kebutuhan logistik dan akomodasi pasukan terletak di dekat lapangan upacara, jumlahnya 1 gua (gua nomor 16)5. Gua-gua khusus untuk penyimpanan amunisi dan bunker pasukan, jumlahnya 8 gua (gua nomor 1, 3, 6, 8, 12, 14, 15, dan 17)Di antara gua-gua tersebut yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul ialah gua nomor 2 sampai 18. Sedangkan gua nomor 1, 19, dan 20 masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Gunungkidul. |