Loading

Deskripsi Singkat

Gua Jepang Nomor 5 terletak di tengah kawasan Gua Jepang. Gua terdekat dengan Gua Jepang Nomor 5 adalah Gua Jepang Nomor 6 di sebelah barat daya dan Gua Jepang Nomor 7 di sebelah selatan. Gua Nomor 5 berfungsi sebagai gua pengintaian dan penembakan menggunakan senapan mesin ringan. Posisi gua terletak di lereng-lereng pegunungan yang menghadap lembah atau dataran rendah.

Gua Jepang Nomor 5 terbuat dari cor beton dan tatanan batu karang. Lantai gua plesteran semen. Keadaan struktur masih baik, ruangan gua berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2,6 m, lebar 2,2 m dan tinggi 1,65 m. Lubang pintu masuk bangunan menghadap timur. Pada sisi timur terdapat sebuah lubang embrasure, sedangkan lubang ventilasi berada di dinding atas sisi timur laut. Lubang embrasure memiliki bentuk yang melebar ke luar dan ke dalam seperti huruf “X” menyempit di bagian tengah. Sisi luar dan dalam lubang berukuran 52 cm x 25 cm untuk sisi luar, 40 cm x 25 cm untuk sisi dalam. Pada sisi barat terdapat meja yang menempel dinding dengan lebar 30 cm, tebal 18 cm, serta tinggi 70 cm. Keadaan struktur sebagian terpendam tanah.

Status : Struktur Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Alamat : , Seloharjo, Pundong, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
8.000881° S, 110.330708° E

SK Walikota/Bupati : SK BUP Bantul 457/2023


Lokasi Goa Jepang Nomor 5 di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Bahan Utama : Batu Karang,Batu, Tanah, Lain-lain
Jenis Struktur : Benteng
Bentuk : Memusat
Dimensi Struktur
Panjang : 2,6 m
Lebar : 2,2 m
Tinggi : 1,65 m
Jenis Bangunan : Benteng
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Konteks : Tentara pendudukan Jepang mulai masuk ke Yogyakarta sejak tanggal 6 Maret 1942, dua hari sebelum pemerintah Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang. Setelah pemerintahan sipil Hindia-Belanda pergi, maka kekuasaan dipegang oleh pemerintah militer Jepang. Untuk mempertahankan kekuasaannya dari serbuan tentara sekutu yang bisa menyerang kapan saja, maka pemerintahan militer Jepang membangun sistem pertahanan di tempat-tempat yang diperkirakan akan menjadi tempat pendaratan tentara sekutu.Sebagai upaya pertahanan daerah Yogyakarta, pemerintah militer Jepang mendirikan gua-gua perlindungan dan pertahanan yang strategis meliputi Kaliurang di sebelah utara, Lapangan Udara Maguwo di bagian tengah, dan Pundong di sekitar pantai Laut Selatan. Dalam Kitab Penoentoen Pembelaan Tanah Air untuk Oemoem, Boelan 12, tahoen 19 shoowa osamu 1602 Butai, dijelaskan bahwa terdapat tiga jenis pengawasan, salah satunya yakni pengawasan pantai (Kaigan Kanshi). Oleh karena itu, selain membangun sistem pertahanan di Kaliurang dan Maguwo, Jepang juga mendirikan sistem pertahanan di perbukitan Pundong dan di dekat Pantai Parangtritis, menghadap ke arah pantai selatan. Jepang memperkirakan bahwa tentara sekutu dari Australia akan mendaratkan pasukannya di lokasi tersebut. Gua pertahanan dan perlindungan yang berada di sekitar pantai dengan gua-gua yang berada di perbukitan merupakan satu kesatuan strategi pertahanan yang saling terkait. Gua-gua di perbukitan tersebut antara yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan fasilitas jalan-jalan berparit.Dilihat dari bentuknya, Gua Jepang di perbukitan Pundong mempunyai fungsi yang beragam, antara lain:1. Gua untuk pengintaian dan penembakan yang diindikasikan menggunakan senjata artileri berat (meriam) terletak di tepi pantai, jumlahnya 1 gua (gua nomor 19)2. Gua-gua untuk pengintaian dan penembakan yang diindikasikan menggunakan senapan mesin ringan, terletak di lereng-lereng pegunungan yang menghadap lembah atau dataran rendah, jumlahnya 6 gua (gua nomor 4, 5, 9, 10, 13, 18, dan 20)3. Gua-gua yang bagian atasnya dilengkapi menara pengintaian, terletak di puncak-puncak pegunungan, jumlahnya 3 gua (gua nomor 2, 7, dan 11)4. Gua untuk kebutuhan logistik dan akomodasi pasukan terletak di dekat lapangan upacara, jumlahnya 1 gua (gua nomor 16)5. Gua-gua khusus untuk penyimpanan amunisi dan bunker pasukan, jumlahnya 8 gua (gua nomor 1, 3, 6, 8, 12, 14, 15, dan 17)Di antara gua-gua tersebut yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul ialah gua nomor 2 sampai 18. Sedangkan gua nomor 1, 19, dan 20 masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Gunungkidul.
Nilai Sejarah : Keberadaannya membuktikan bahwa wilayah Pundong dahulunya dianggap penting bagi Jepang, sehingga untuk mempertahankan wilayah tersebut, dibangunlah bunker pada masa pendudukan Jepang.
Nilai Ilmu Pengetahuan : Menunjukkan tipe/model struktur pertahanan berbentuk bunker berbahan cor beton campuran semen dan kerikil, serta tatanan batu karang. Gua-gua tersebut ditempatkan di perbukitan yang dekat dengan pantai sehingga menjadi satu kesatuan strategi pertahanan yang saling terkait. Selain itu Gua Jepang Nomor 8 menjadi bahan penelitian bagi ilmu arkeologi, geologi, antropologi, sejarah, arsitektur, teknik sipil, serta militer.
Nilai Budaya : Struktur yang mewakili puncak pencapaian budaya tertentu, yakni pengaruh budaya Jepang.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Tanah Kasultanan atau Sultanaat Grond
Pengelolaan
Nama Pengelola : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X dan masyarakat Seloharjo
Catatan Khusus : Koordinat pada NR: 8°0'3.17"S 110°19'50.55"E331 mdpl