Situs Mantup terdiri dari 3 (tiga) buah struktur bangunan yang sudah berhasil ditampakkan diduga merupakan candi perwara, dengan ukuran bangunan paling utara (bahan batu andesit) : 250 cm x 250 cm x 175 cm, bangunan tengah (bahan batu putih) : 228 cm x 228 cm x 200 cm, dan bangunan selatan (bahan batu/tuff) 216 cm x 216 cm x 158 cm.Secara vertikal bangunan candi di Situs Mantup terbagi menjadi tiga, yaitu kaki, tubuh dan atap. Struktur bangunan yang ditemukan dari pondasi sampai bingkai bawah tubuh candi. Bagian atap dapat diidentikkan dengan temuan komponen bangunan atap berupa antefik dan bagian kemuncak. Kemudian pada stratigrafi tanah Situs Mantup menunjukkan adanya lapisan abu vulkanik, ini membuktikan bahwa Situp Mantup pernah terkena lahar aktivitas gunung berapi.
| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Bahan Utama | : | Batu |
| Jenis Struktur | : | Pondasi |
| Materi Spesifik (Bahan presentase terbesar) | : | Batu Andesit; Batu Putih/Tuff |
| Bentuk | : | Beberapa Struktur |
| Panjang | : | struktur utara: 250 cm; struktur tengah: 228 cm; struktur selatan: 216 cm |
| Lebar | : | struktur utara: 250 cm; struktur tengah: 228 cm; struktur selatan: 216 cm |
| Tinggi | : | struktur utara: 175 cm; struktur tengah: 200 cm; struktur selatan: 158 cm |
| Jenis Bangunan | : | Pondasi |
| Konteks | : | Periodesasi Situs Mantup belum dapat diketahui, tetapi berdasarkan bahan bangunannya yang sama, yaitu dari batu putih dan letak situs yang berdekatan, kemungkinan Situs Mantup sezaman dengan Situs Petirtaan Payak.Berdasarkan temuan arca dewa-dewi, fragmen kamandalu, sumuran pada ketiga bangunan dan beberapa temuan hasil penggalian berupa fragmen gerabah (a.l. fragmen cucuk kendi) diperkirakan Situs Mantup bersifat Hindu dan berfungsi sebagai tempat pemujaan. |
| Riwayat Penemuan | : | Pertama kali ditemukan pada tanggal 25 Juni 1991 oleh 15 orang pekerja yang sedang menggali sawah milik ibu Sumiyarto. |
| Nilai Sejarah | : | Merupakan bukti adanya pengaruh Hindu di Indonesia. |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Merupakan bukti arkeologis bagi arsitektur bangunan Budha dan sudah mengenal teknologi pengerasan halaman. |
| Nilai Budaya | : | Merupakan bukti adanya akulturasi kebudayaan antara kebudayaan lokal dan India.merupakan bukti adanya kebudayaan yang berkembang pada saat itu. Pada situs ini juga ditemukan arca Kalyanasundaramurti (Siwa dan Parwati bergandengan tangan) yang tidak ditemkan di situs manapun. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Pemerintah RI (BPCB DIY) (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan Wilaya |
| Riwayat Kepemilikan | : | - |
| Nama Pengelola | : | Pemerintah RI (BPCB DIY) (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan Wilaya |
| Persepsi Masyarakat | : | - |
| Catatan Khusus | : | Koordinat pada NR: 0749' 40.33" LS11025' 07.79" BT; Zona 49 UTM X 435792 UTM Y 9136038 |