Loading

Selokan Van Der Wijck

Status : Struktur Cagar Budaya

Deskripsi Singkat


Status : Struktur Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Alamat : Jl. Raya Tempel-Klangon Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.6846271594667° S, 110.29568788261° E

SK Gubernur : SK.GUB. No. 210/KEP/2010
SK Walikota/Bupati : SK Kadinas. No. 430/51/2014


Lokasi Selokan Van Der Wijck di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Nilai Sejarah :
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak
Pengelolaan
Nama Pengelola : Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak
Catatan Khusus : Panggilan akrab Selokan Van Der Wijk ini oleh masyarakat sekitar sering disebut Buk Renteng, yang artinya saluran air yang berderet panjang. Saluran air ini sampai sekarang masih berfungsi dan tetap kokoh berdiri menyuplai airnya untuk 20.000 ha sawah. Hulu dari Selokan Van Der Wijk ini adalah Bendungan Karang Talun yang berada di Desa Bligo yang merupakan pintu air dari Sungai Progo, panjang selokan ini dari hulunya hingga hilir di daerah Bantul mencapai 35 km. Selokan Van der Wijck merupakan bagian dari bangunan bersejarah non gedung yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama Van Der Wijk menduga merupakan pemimpin pembangunan selokan yang dibangun tahun 1909.Pemilik/pengelola bangunan ini menerima penghargaan Pelestari Warisan Budaya / Cagar Budaya dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2008.Saluran yang membagi aliran air dari sungai Progo ke arah magelang dan ke arah selokan mataran. Yang unik dari saluran air ini adalah adanya talang yang terbuat dari baja. Hal yang menarik dari Selokan Van Der Wijk, pembangunannya menggunakan teknologi gravitasi bumi sehingga tidak ada penggunaan teknologi mesin sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari pembuatan Buk Renteng dan talang air yang terbuat dari tembaga. Buk Renteng dibuat lebih tinggi dari jalan dan area persawahan disekitarnya, karena buk ini adalah jembatan bagi saluran air yang melintasinya dan bagian bawahnya dibuat sebagai terowongan untuk dilewati kendaraan. Bagian bawah Buk Renteng ini menarik karena terdapat lengkungan-lengkungan yang banyak dan bersambung. Sedangkan talang air sebagai penghubung Buk Renteng dengan saluran berikutnya saat melewati sungai.