Loading

Jembatan Rel Kereta Api Pangukan

Status : Struktur Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Jembatan Rel Kereta Api Pangukan merupakan salah satu prasarana transportasi kereta api antara wilayah Yogyakarta-Magelang-Ambarawa-Semarang. Jalur ini sudah tidak diaktifkan.  

Jembatan Rel Kereta Api Pangukan oleh PT KAI diberikan nomor BH 30. Jembatan ini melintas 20 meter di atas Sungai Bedog dan masih dilengkapi dengan rel dan bantalannya serta besi pengait dan paku keling. Jembatan Rel Kereta Api Pangukan memiliki panjang 41,5 meter dan lebar 4,35 meter dengan orientasi timur-barat. Jembatan terbuat dari susunan lempengan dan batang besi baja yang tersambung dalam sistem paku keling dan las. Kerangka jembatan merupakan tipe through pratt truss yang pada empat segmen di tengah memiliki counter brace, sehingga batang diagonalnya menyerupai bentuk huruf ”X”. Penambahan batang diagonal tersebut berfungsi untuk memperkuat bending moment (momen lentur) pada bagian tengah jembatan. 

Masing- masing segmen memiliki panjang 340cm dengan frame utama jembatan berukuran lebar 55 – 57 cm. Rel berukuran tinggi 10cm dengan lebar bawah 9cm,dengan bantalan kayu rel berukuran panjang (rata-rata) 198cm, lebar 23cm dan tebal 12-15cm. 

Jembatan ini memiliki keunikan yaitu pada empat sudut ujung bawah jembatan terdapat Sistem Sendi dan Rol. Sendi dan Rol memiliki tinggi 52cm dengan penampang persegi berukuran 60cm x 60cm. Pada Rol terdapat enam roda masing-masing berdiameter 15cm, yang dihubungkan dengan plang besi sepanjang 68cm. Sistem Rol terdapat diujung bawah sisi timur sedangkan sistem sendi berada diujung bawah sisi barat. Konstruksi rol dan sendi yang terletak diujung-ujung jembatan, yang berfungsi untuk  mengatasi stabilitas konstruksi jembatan dari gaya tekan dan geser  getaran saat kereta api melintas. 

Sistem konstruksi tersebut merupakan inisiatif dari Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM)?atau Perusahaan Kereta Api Swasta pada masa Pemerintahan Belanda, sistem ini ditujukan untuk menghindarkan patah atau lengkung pada jembatan pada saat dilewati beban berat. Dengan sistem tersebut Jembatan Rel Kereta Api Pangukan tidak akan mengalami masalah ketika dilewati kereta api dengan beban yang lebih besar dari jembatan itu sendiri. Secara konstruksi, merupakan satu-satunya tinggalan dengan  sistem roll di ujung Timur dan sistem sendi di ujung barat. Jembatan Rel Kereta Api Pangukan merupakan salah satu jembatan yang menjadi bukti keberadaan jalur kereta api Yogyakarta-Magelang. 

Jembatan Rel Kereta Api Pangukan diperkirakan di bangun tahun 1896 dan selesai di tahun 1899, pembangunan jembatan ini menjadi sarana transportasi barang maupun manusia untuk Jalur Yogyakarta-Magelang.?Jalur kereta api ke Magelang ini merupakan perpanjangan jalur dari Semarang-Ambarawa-Secang, yang kemudian menghubungkan dengan Yogyakarta. 

Jembatan Rel Kereta Api ini berperan penting dalam industri gula di Yogyakarta. Sejak 1870, banyak?suikerfabriek?(pabrik gula) berdiri dari Bantul hingga ujung utara Sleman. Di Dekat Jembatan Rel Kereta Api Pangukan sendiri terdapat?bekas Pabrik Gula (PG) Beran yang saat ini telah menjadi telah menjadi area perkantoran Kabupaten Sleman dan (PG) Medari yang saat ini telah menjadi Bangunan SMP 1 Sleman.  

Status : Struktur Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Tahun : 1896
Alamat : Jl. KRT Pringgodiningrat Padukuhan Pangukan, di atas Sungai Bedog, Tridadi, Sleman, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.71755° S, 110.3476944° E

SK Gubernur : SK GUB DIY 73/2025
SK Walikota/Bupati : SK BUP Sleman 14.7/Kep.KDH/A/2017


Lokasi Jembatan Rel Kereta Api Pangukan di Peta

Bahan Pendamping : Bata dan semen
Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Bahan Utama : Logam
Bahan Pendamping : Bata dan semen
Jenis Struktur : Lain-lain
Materi Spesifik (Bahan presentase terbesar) : Beton, baja sling, bata dan semen
Bentuk : Memanjang
Dimensi Struktur
Panjang : 30 m
Lebar : 4,5 m
Tinggi : 4,45 m
Jenis Bangunan : Lain-lain
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Jembatan ini merupakan peninggalan sejarah masa kejayaan perkebunan tebu di wilayah Sleman. Jembatan dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1896 sebagai sarana transportasi barang maupun manusia dari Jalur Yogyakarta – Magelang. Transportasi kereta api di Magelang tidak bisa dipisahkan dengan peran pemerintah kolonial yang menguasai Indonesia.  Magelang mulai ramai dengan adanya industri, sekolah, rumah sakit, dan basis militer. Pemerintah kolonial kemudian menghubungkan Magelang dengan kota lainnya di Jawa seperti Semarang, Yogyakarta dan Parakan. Jalur kereta api ke Magelang merupakan perpanjangan jalur dari Semarang – Ambarawa – Secang, kemudian dihubungkan dengan Yogyakarta. Pada masa itu banyak dibangun stasiun jalur Magelang – Yogyakarta, sehingga merupakan bukti adanya mobilitas yang tinggi antar kedua kota. Dalam catatan sejarah, sejak akhir abad ke-18 hingga awal ke-20, baik Yogyakarta maupun Magelang menjadi dua kota yang ramai sekaligus penting. Maka, jalur kereta api dibuat untuk mengakomodasi mobilisasi masyarakatnya.  Jalur kereta api ini juga berperan penting dalam industri gula di Yogyakarta. Sejak 1870, banyak suikerfabriek (pabrik gula) berdiri dari Bantul hingga ujung utara Sleman. Di Dekat Jembatan Rel Kereta Api Pangukan sendiri terdapat dulunya terdapat Pabrik Gula (PG) Beran dan (PG) Medari.  
Riwayat Pemugaran : Setelah PT KAI memperoleh Anugerah Kebudayaan DIY tahun 2008, dilakukan kegiatan perbaikan dan pengecatan pada struktur jembatan.  Dinas Kebudayaan Sleman pada tahun 2024 melakukan pengecatan ulang pada struktur abutment jembatan.
Nilai Sejarah : jembatan ini digunakan untuk penyebangan kereta api pada masa Hindia Belanda dengan rute Yogyakarta-Magelang. Jembatan ini dilewati pertama kali setelah rute Yogyakarta-Magelang selesai dibangun pada tahun 1898.
Nilai Ilmu Pengetahuan : -
Nilai Agama : -
Nilai Pendidikan : -
Nilai Budaya : -
Nilai Ekonomi : -
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : PT. Kereta Api Indonesia Yogyakarta
Riwayat Kepemilikan : -
Pengelolaan
Nama Pengelola : PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta
Persepsi Masyarakat : -
Catatan Khusus : Koordinat pada SK: 49 M X: 428103.84 m E; Y: 9146860.15 m S