Loading

SMP Negeri 2 Yogyakarta

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

SMP Negeri 2 Yogyakarta didirikan pada zaman penjajahan Jepang tanggal 12 September 1942, dengan menempati gedung di Jalan Ungaran yang sekarang dipakai SD Ungaran. Tahun 1945 datang perintah agar SMPN 2 Yogyakarta segera pindah menempati gedung baru yaitu gedung Susteran yang tertetak di Jalan Setjodiningratan sampai tahun 1948. Tanggal 19 Desember 1948 Belanda menyerbu Indonesia dan bangunan ini tak luput dari sasaran, sehingga sekolah terhenti untuk sementara waktu karena tentara Belanda justru bermarkas di tempat ini, peralatan dan mebelair habis dirusak oteh Belanda untuk dapur umum. Setelah suasana aman kembali, maka mulai dibenahi dan SMPN 2 Yogyakarta pindah lagi menempati gedung Eerste Europeesche Lagere School B yang terletak di Jalan Setjodiningratan (Jalan Panembahan Senopati No. 28) sampai sekarang. 

Bangunan ini menghadap ke Utara dan secara arsitektural memiliki ciri arsitektur lndis, yakni tampak pada dimensi bangunan, jendela dan pintu yang relatif besar serta adanya teras. Bangunan secara umum terbagai menjadi ruang-ruang yang dimanfaatkan sebagai ruang kelas serta sejumlah ruang penunjang prasarana pengajaran. Saat ini telah mengalami beberapa penambahan berupa gedung baru. 

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Tahun : 1942
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kraton
Alamat : Jl. Panembahan Senopati No.28-30 , Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.8019912° S, 110.3678038° E

No. Registrasi Nasional RNCB.20111017.02.000246
SK Menteri : PM.89/PW.007/MKP/2011
SK Gubernur : SK Gub. No 185/KEP/2011


Lokasi SMP Negeri 2 Yogyakarta di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Deskripsi Fasad : Bangunan ini menggunakan gaya arsitektur indis, terlihat dari bentuk pintu dan jendela yang relaif tinggi dengan model kupu tarung.
Deskripsi Jendela : Pada bagian luar bangunan terdapat jendela yang terbuat dari kayu bagian tanpa panel kaca dengan cat warna hijau dengan motif garis kuning.Pada bagian dalam bangunan terdapat jendela yang terbuat dari kayu bagian dengan panel kaca dengan cat warna hijau dengan motif garis kuning yang dibuka ke bawah
Deskripsi Pintu : Pada bangunan terdapat beberapa pintu. Pintu utama bangunan, terbuat dari kayu dengan bentuk kupu tarung dicat berwarna hijau dan kuning
Deskripsi Atap : Bentuk atap limasan
Deskripsi Lantai : Pada bangunan ini lantai yang masih ada sejak bangunan berdiri hanya bagian lorong masuk pintu bangunan di sebelah utara. Lantai berbahan keramik, berukuran 20cmx20cm berwarna hitam
Deskripsi Kolom/Tiang : Pada bagian dalam bangunan, terdapat lorong dengan tiang yang terbuat kayu dengan motif bunga berwarna kuning
Deskripsi Ventilasi : Pada bangunan terdapat ventilasi yang mendominasi dengan bentuk persegi panjang, bermotif kotak persegi panjang dengan cat berwarna putih dan terbuat dari beton dan kotak hijau bermotif bintang berwarna hijau.Pada ruang kelas terdapat ventilasi dengan bentuk persegi panjang, bermotif garis melintang dengan cat berwarna putih tulang berada dibawah bangunan 
Deskripsi Plafon : Plafon pada bangunan terbuat dari kayu. Plafon berbentuk lpersegi panjang dengan motif garis.Cat plafon berwarna putih tulang
Jenis Ragam Hias : Terdapat ragam hias pada bagian tiang bangunan dengan bermotif bunga dengan warna emas.
Peristiwa Sejarah : SMP N 2 Yogyakarta didirikan pada 12 September 1942. Pada awalnya sekolah ini menempati gedung di Jalan Ungaran Kotabaru (sekarang SD Ungaran) sebagai sekolah induknya. Sekolah ini memiliki filial di Jalan Pakem (sekarang SMA 6) karena sarana dan prasarana yang terbatas pada saat itu. Kondisi seperti ini berjalan hingga tahun 1944. Pada tahun itu Sekolah ini disatukan dengan filialnya dan menempati gedung HBS (Hoorgere Burger School) Jetis yang sekarang menjadi SMK 2 Yogyakarta. Pada Tahun 1945 SMP 2 menempati lokasi baru di Gedung Susteran di Jalan Secodiningratan hingga tahun 1948. ketika terjadi penyerbuan Belanda di kota Yogyakarta pada tahun 1948 SMP 2 berhenti sementara dari aktivitas pendidikan. Setelah situasi aman Gedung SMP 2 tidak bisa ditempati karena rusak pada saat pendudukan Belanda sehingga dipindahkan ke gedung Eerste ELS B (Europeesche Lagere School) bekas sekolah dasar bagi masyarakat Eropa yang terletak di samping sekolah lama (gedung Susteran) hingga saat ini. Dalam perkembangan selanjutnya, tahun 1981 SMP 2 mendapat tambahan gedung bekas Kantor Meteorologi (pada masa Belanda merupakan gedung Landgerecht atau gedung pengadilan umum) yang terletak di sebelah barat sekolah. Bangunan diserahkan penggunaannya untuk tambahan ruang kelas SMP Negeri 2 Yogyakarta, berdasarkan SK Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta nomor: 183/KPTS/1981 tertanggal 24 Juli 1981. Bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya dengan Per.Men Budpar RI No. PM.89/PW.007/MKP/2011.
Nilai Pendidikan : Sebagai sarana penunjang kegiatan pendidikan
Nilai Budaya : Menunjukkan pengaruh kebudayaan Indis di Yogyakarta
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengelolaan
Nama Pengelola : SMP Negeri 2 Yogyakarta
Catatan Khusus : Koordinat UTM SK : 49 X: 0430343 Y: 9 137551