Loading

Joglo Soegeng Dhipokawotjo

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Joglo Sugeng Dipokawotjo adalah bangunan tradisional Jawa dengan pendapa di bagian depan, bangunan utama berada di belakang pendhapa, serta gandhok di sisi kiri. Pendhapa merupakan bangunan terbuka dengan atap joglo berpenutup genting vlam. Usuk dan Reng pendhapa berbahan kayu dan berpola Ri Gereh. Dimensi panjang penampang melintang usuk diletakan mendatar/horizontal. Saka pendhapa terdiri dari tiga jenis, yaitu : Saka Guru (4 batang), Saka Penanggap (12 batang), dan Saka Emper (15 batang). Masing-masing saka berdiri diatas umpak. Di sebelah barat daya terdapat dinding batu bata yang diperkuat dengan pilaster. Menurut Kepala Dukuh Wadas, di sebelah timur laut dahulu juga terdapat dinding bata  yang sekarang sudah diganti dengan tiang kayu. 

Lantai pendhapa berupa plesteran yang diaci. Lantai emper lebih tinggi dari lantai halaman, sedangkan lantai antara saka penanggap dan saka guru menjadi satu. 

Antara pendhapa dan bangunan utama di belakangnya dihubungkan dengan doorloop. Doorloop mempunyai atap model kampung. Konstruksi atap  doorloop bertumpu pada saka emper pendhapa dan tiang pada bagian yang menghadap bangunan utama. Lantai doorloop lebih rendah dari pada lantai pendhapa. 

Bangunan utama berdenah empat persegi panjang dan beratap limas. Bangunan tersebut menggunakan dinding bata dengan plaster. Terdapat satu pintu pada masing-masing sisi. Ruang-ruang pada bangunan tersebut merupakan partisi kayu. 

Bangunan tambahan adalah beberapa gandhok. Gandhok pertama terletak di sisi timur pendapa, gandhok kedua terletak di sisi timur bangunan utama, sementara gandhok ketiga berada di belakang bangunan utama.  

Gandhok pertama merupakan bangunan beratap limas, sebagian dinding merupakan tembok bata, dan sebagian lain sekarang menggunakan anyaman bambu. Gandhok kedua merupakan bangunan berdinding anyaman bambu dan beratap limas. Bangunan ini berfungsi sebagai dapur. Bangunan gandhok yang terletak di belakang merupakan bangunan berdinding bata dan beratap limas, saat ini berfungsi sebagai tempat tinggal. Di sebelah timur bangunan terakhir ini terdapat kandang hewan.

Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Tradisional Jawa
Alamat : Pedukuhan Wadas , Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.7823° S, 110.177784° E

SK Walikota/Bupati : SK BUP Kulon Progo 438/A/2017


Lokasi Joglo Soegeng Dhipokawotjo di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Jenis Struktur : Tradisional
Dimensi Struktur
Jenis Bangunan : Tradisional
Fungsi Bangunan : Rumah/Permukiman
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tata Letak Dalam Ruang Kawasan : Joglo Sugeng Dipokawotjo adalah bangunan tradisional Jawa dengan pendapa di bagian depan, bangunan utama berada di belakang pendhapa, serta gandhok di sisi kiri.
Deskripsi Fasad : -
Deskripsi Konsol : -
Deskripsi Jendela : -
Deskripsi Pintu : Terdapat satu pintu pada masing-masing sisi Bangunan Utama. Ruang-ruang pada bangunan tersebut merupakan partisi kayu
Deskripsi Atap : Pendapa: joglo berpenutup genting vlamDoorloop: kampungBangunan utama: limasGandok: limas
Deskripsi Lantai : Pendapa: plesteran yang diaci. Lantai emper lebih tinggi dari lantai halaman, sedangkan lantai antara saka penanggap dan saka guru menjadi satu.Doorloop: Lantai doorloop lebih rendah dari pada lantai pendhapa.
Deskripsi Kolom/Tiang : Pendapa: Saka Guru (4 batang), Saka Penanggap (12 batang), dan Saka Emper (15 batang). Masing-masing saka berdiri diatas umpak.Doorloop: saka emper pendhapa dan tiang pada bagian yang menghadap bangunan utama yang menjadi tumpuan atap
Deskripsi Ventilasi : -
Deskripsi Plafon : Pendapa: Usuk dan Reng pendhapa berbahan kayu dan berpola Ri Gereh. Dimensi panjang penampang melintang usuk diletakan mendatar/horizontal.
Jenis Ragam Hias : -
Fungsi Situs : Rumah/Permukiman
Fungsi : Rumah/Permukiman
Peristiwa Sejarah : Pada masa penjajahan Jepang joglo ini dipergunakan sebagai Sekolah Dasar sampai masa revolusi. Pada Clash II tanggal 19 Desember 1949, bangunan digunakan sebagai kantor Bupati Kulon Progo yang pada waktu itu dijabat oleh KRT. Purwoningrat.  Antara tahun 1949-1950 bangunan digunakan sebagai markas tentara Siliwangi dan dapur umum untuk para pejuang. Pada tahun 1965 bangunan ini pernah dipakai sebagai tempat penghimpunan dan penerangan rakyat untuk melawan PKI.
Konteks : Bangunan ini dirancang oleh Eyang Joyo Sentono, serta dikerjakan oleh Bapak Joga Dipo (prabot Dusun Ngesong). Eyang Joyo Sentono berasal dari Sleman dahulu menjabat sebagai penarik pajak tempe se-Kabupaten Kulon Progo dan Sleman. Beliau juga merupakan lurah pertama Kelurahan Wadas sedangkan penggantinya adalah Soegeng Dhipokawotjo yang berkantor di rumah ini tepatnya di gandhok.
Riwayat Penemuan : -
Riwayat Pengelolaan : -
Riwayat Pelestarian : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Pemanfaatan : -
Riwayat Penelitian : -
Riwayat Rehabilitasi : -
Riwayat Perlindungan : -
Nilai Sejarah : Setelah berdiri, joglo ini digunakan sebagai Kantor Kelurahan Wadas. Pada masa Pendudukan Jepang, joglo ini dipergunakan sebagai Sekolah Dasar sampai masa Revolusi. Pada Clash II, joglo digunakan sebagai kantor bupati Kulon Progo yang pada waktu itu dijabat oleh KRT.Purwoningrat.  Pada Clash II, joglo ini juga pernah digunakan sebagai markas tentara Siliwangi dan dapur umum. Pada tahun 1965 bangunan ini pernah dipakai sebagai tempat penghimpunan dan penerangan rakyat untuk melawan PKI.    
Nilai Ilmu Pengetahuan : bangunan yang memiliki unsur-unsur arsitektur tradisional Jawa khususnya di Kulon Progo dan jenisnya sedikit (langka), karena jarang ditemukan di tempat lain di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Nilai Agama : -
Nilai Pendidikan : Bangunan ini dapat dipergunakan sebagai sarana pendidikan tentang sejarah dan arsitektur tradisional Jawa. Dapat digunakan untuk media pembelajaran pelestarian arsitektur tradisional Jawa. 
Nilai Budaya : Dapat memberikan gambaran tentang  adanya status sosial pada waktu itu. 
Nilai Ekonomi : -
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Ibu Yani Ambar (Ahli Waris/anak dari R. Soegeng Dhipokawotjo)
Riwayat Kepemilikan : Alm Bapak Soegeng Dhipokatwotjo
Pengelolaan
Nama Pengelola : Ibu Yani Ambar (Ahli Waris/anak dari R. Soegeng Dhipokawotjo).
Persepsi Masyarakat : -
Catatan Khusus : -