Gedung ini bergaya indische peralihan dengan atap berbentuk limasan berderet dua ke belakang. Atap bagian depan berorientasi timur-barat. Atap bagian belakang bentuknya lebih besar dan dilengkapi dengan gable yang berongga (krepyak) untuk tambahan sirkulasi udara. Pada setiap sisi bangunan terdapat rooster di atas pintu atau jendela yang juga berfungsi sebagai ventilasi. Untuk menambah kesan kkoh pada bangunan, di beberapa sudut tembok ditambahi pilaster. Bangunan Media Center berdenah simetris dengan bntuk memanjang ke belakang. Bahan penutup atap menggunakan genteng. Pembagian bangunan utama dan bangunan samping.
1. Bangunan utama
Bangunan utama Gedung Media Center terdiri dari ruang tamu, ruang media, ruang humas, dan ruang rapat (ruang tengah).
a. Ruang tamu
Ruang tamu memiliki ukuran panjang 480 cm dan lebar 380 cm. Atap ruang tamu ini berupa atap limasan. Bagian depan ruang tamu pada sisi utara memiliki 3 panil jendela kaca, sisi barat memiliki 2 panil jendela kaca dan 1 panil pintu, serta sisi selatan memiliki 3 panil jendela. Langit-langit ditutup dengan gypsum dicat warna putih. Lantai ruang diganti dengan menggunakan keramik putih. Pintu ruang tamu sisi barat merupakan pintu baru dengan bahan kaca dan alumunium, namun tetap memiliki ukuran yang sama.
b. Ruang media
Ruang media berada di sebelah timur ruang tamu. Ruang ini berbatasan dengan ruang humas di sebelah timur dan ruang rapat di sebelah sselatan. Langit-langit ruang media ditutupi plafon berwarna putih. Ruangan ini memiliki 2 jendela kupu tarung berbahan kayu dan kaca serta satu pintu dengan lebar 95 cm. Jendela masih memakai jendela asli dengan ciri kancingan jendela model lama. Lantai ruang menggunakan keramik polos berukuran 20 cm x 20 cm.
c. Ruang humas
Ruang humas deskripsi ruangan yang sama dengan ruang media, hanya berbeda dalam hal ukurannya yang lebih besar dibanding dengan ruang media. Ruangan ini terletak di sebelah timur ruang media dan bersebelahan dengan ruang rapat (ruang tengah) di sebelah selatannya.
d. Ruang Rapat (Ruang Tengah)
Ruang rapat sebenarnya terdiri dari dua ruangan yang kemudian dijadikan satu. Dua ruangan ini dipisahkan oleh tembok yang dulunya terdapat pintu sebagai akses penghubung, namun sekarang tidak dipasang ddengan alasan efisiensi ruangan. Langit-langit ditutupi plafon berwarna putih dan lantai dilapisi dengan keramik putih. Ruang rapat merupakan ruang terbesar yang ada di ruang utama bangunan Media Center.
Bangunan samping yang dimaksud adalah bangunan di dalam kompleks Media Center selain dari bangunan utama dan terpisah dari bangunan utama. Bangunan ini terletak di sebelah utara, timur, dan tenggara bangunan utama. Adapun pembagian bangunan samping adalah sebagai berikut :
a. Ruang pemberitaan
Ruangan pemberitaan terletak di sebelah utara dan terpisah dengan bangunan utama Media Center. Ruangan ini berdenah persegi panjang dengan orientasi timur-barat. Sisi barat ruangan terdapat dua panil jendela dan satu panil pintu yang semuanya merupakan pengganti dari yang lama. Di atas panil-panil tersebut terdapat rooster yang juga merupakan tambahan (tidak asli). Ruang pemberitaan terdiri dari dua ruangan yang dijadikan satu dengan menghilangkan pintu bagian tengah yang sebelumnya dijadikan akses keluar masuk. Langit-langit ditutupi plafon berwarna putih dan lantai dilapisi dengan keramik putih.
b. Ruang informasi
Ruang informasi berada tepat di sebelah timur ruang pemberitaan. Ruangan ini hanya memiliki satu pintu di sisi selatan dan satu panil jendela kupu tarung di sisi timur. Ruang informasi juga berdampingan dengan mushola di sebelah tenggara.
c. Mushola
Terletak di sebelah tenggara dari ruang informasi, berupa ruang terbuka dengan tembok di ketiga sisi selain sisi timur. Mushola berukuran 375 cm x 280 cm, berlantai keramik putih, dan memakai plafon pada langit-langitnya. Jika dilihat dari bentuk bangunan, sebagian dari mushola merupakan bangunan asli karena terdapat pilaster pada tembok sisi utara yang bentuk serta ukurannya sama dengan pilaster pada bangunan utama.
d. Ruang editing
Ruang editing termasuk dalam kelompok bangunan samping yang berada di sebelah tenggara dari bangunan utama, dihubungkan dengan doorloop berbentuk “L” . Di antara keempat ruang yang berada di tenggara bangunan utam, ruang editing terletak di paling barat dari kelompok ini. Ruangan dilengkapi dengan satu pintu dan satu jendela bukaan samping. Lantai masih memakai keramik polos lama dengan ukuran 20 cm x 20 cm. Langit-langit ditutupi dengan plafon putih.
e. Dapur
Dapur terletak di sebelah timur ruang editing. Dilengkapi dengan satu pintu dan satu jendela teralis kayu yang tidak bisa dibuka tutup. Memiliki deskripsi ruangan sama dengan ruang editing tapi dengan ukuran lebih kecil.
f. Kamar Mandi
Berada di sebelah timur dari dapur. Sesuai dengan fungsinya, kamar mandi dilengkapi ddenagn satu bak mandi, satu kloset dan pintu sebagai akses keluar masuk.
g. Gudang
Menempati ruang paling ujung timur, berdampingan dengan kamar mandi di barat dan tembok keliling kompleks Media Center di timurnya. Ruangan ini tidak dilengkapi dengan jendela, hanya ada satu pintu yang digembok sehingga tidak bisa mengakses ke dalam ruangan.
h. Sumur
Sumur berada di sebelah barat ruang editing, dibatasi oleh dinding seperempat lingkaran. Saat ini sumur yang tidak difungsikan lagi ini hanya tersisa separuhnya karena sebagian yang lain ditutupi oleh tembok pembatas antara kompleks perkantoran Pemkab dengan Media Center.
| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Jenis Struktur | : | Kolonial |
| Jenis Bangunan | : | Kolonial |
| Fungsi Bangunan | : | Perkantoran |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Tata Letak Dalam Ruang Kawasan | : | Terdapat 2 bangunan yaitu bangunan utama dan bangunan samping dalam kompleks Gedung Media Center |
| Deskripsi Fasad | : | - |
| Deskripsi Konsol | : | - |
| Deskripsi Jendela | : | - |
| Deskripsi Pintu | : | - |
| Deskripsi Atap | : | Atap berbentuk limasan berderet dua ke belakang. Atap bagian depan berorientasi timur-barat. Atap bagian belakang bentuknya lebih besar dan dilengkapi dengan gable yang berongga (krepyak) untuk tambahan sirkulasi udara. |
| Deskripsi Lantai | : | - |
| Deskripsi Kolom/Tiang | : | Untuk menambah kesan kokoh pada bangunan, di beberapa sudut tembok ditambahi pilaster |
| Deskripsi Ventilasi | : | Pada setiap sisi bangunan terdapat rooster di atas pintu atau jendela yang juga berfungsi sebagai ventilasi |
| Deskripsi Plafon | : | - |
| Jenis Ragam Hias | : | - |
| Fungsi Situs | : | Perkantoran |
| Fungsi | : | Perkantoran |
| Tokoh | : | - |
| Peristiwa Sejarah | : | Tahun pendirian Bangunan Gedung Humas dan TI tidak diketahui dengan pasti, namun melihat arsitektur dan ciri-ciri bangunannya, diperkirakan didirikan pada awal penggabungan pemerintahan Kabupaten Kulon Progo dengan Kadipaten Adikarto, yaitu tahun 1951. Pada awal pendiriannya, bangunan ini dimanfaatkan untuk mess atau semacam guest house dari Dinas PU Kabupaten Kulon Progo. Pada tahun 1988 dimanfaatkan untuk operasionalisasi Radio Swara Indrakila, kemudian dimanfaatkan untuk Kantor KPU/Panwaslu, Kantor Pelayanan Perijinan Satu Atap, Kantor Media Center Pemkab Kulon Progo dan sejak tahun 2015 dimanfaatkan untuk Kantor Humas dan TI Pemkab Kulon Progo. |
| Konteks | : | - |
| Riwayat Penemuan | : | - |
| Riwayat Pengelolaan | : | - |
| Riwayat Pelestarian | : | - |
| Riwayat Pemugaran | : | - |
| Riwayat Pemanfaatan | : | - |
| Riwayat Penelitian | : | - |
| Riwayat Rehabilitasi | : | - |
| Riwayat Perlindungan | : | - |
| Nilai Sejarah | : | Merupakan bukti sejarah masa-masa awal pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, pasca penggabungan, serta masa transisi dari pemerintahan lokal (kasultanan-kadipaten) menuju pemerintahan nasional Indonesia |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Bangunan yang memiliki unsur-unsur arsitektur yang khas dan jenisnya sedikit (langka), karena jarang ditemukan di tempat lain di wilayah Kabupaten Kulon Progo . |
| Nilai Pendidikan | : | Bangunan ini dapat dipergunakan sebagai sarana pendidikan tentang arsitektur dari akhir masa Kolonial Belanda ke masa pemerintahan NKRI. Dapat digunakan untuk media pembelajaran konservasi arsitektur kota. |
| Nilai Budaya | : | Dapat menjadi identitas kawasan kota Wates lama yang telah berkembang sejak lama hingga sekarang. Dapat memperkuat citra kawasan kota wates lama. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Pemkab Kulon Progo |
| Alamat Pemilik | : | Jl. Perwakilan No.1 Wates Kulon Progo |
| Riwayat Kepemilikan | : | - |
| Nama Pengelola | : | Bagian Umum Pemkab Kulon Progo |
| Alamat Pengelola | : | Jl. Perwakilan No.1 Wates Kulon Progo |
| Persepsi Masyarakat | : | - |
| Catatan Khusus | : | - |