Loading

Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas

Status : Bangunan Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Bangunan Cagar Budaya Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas adalah nama untuk bangunan rumah tradisional Jawa yang terletak di Jalan Gamelan Kidul No. 1 Yogyakarta. Bangunan ini berada di sudut persimpangan jalan dengan arah bangunan menghadap ke selatan. Pada masa Perang Kemerdekaan (1945-1949), bangunan ini digunakan sebagai tempat pertemuan para pejuang Republik Indonesia untuk berkumpul dan menyusun strategi agar tidak terlalu mencolok dan menimbulkan kecurigaan, maka pertemuan-pertemuan dalam membahas rencana militer tersebut memanfaatkan tempat niaga di dalam kawasan njeron beteng Kraton Yogyakarta berupa warung sate kambing yang bernama "PUAS". Warung ini menempati bangunan dalem pada bagian gandok tengen yang menghadap jalan di sisi baratnya. Kompleks bangunan ini terdiri atas beberapa komponen kelengkapan rumah tradisional Jawa seperti pendopo, dalem, gadri, gandok tengen, dan gandok kiwa. Pada Bangunan Cagar Budaya Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas, keseluruhan lahan berbentuk persegi panjang, dengan orientasi arah utara-selatan dan akses masuk utama pada sisi selatan. Gaya arsitektur bangunan berupa tradisional Jawa dengan bentuk atap limasan. Bangunan ini terdiri atas beberapa ruang bangunan dengan pola keruangan sebagai berikut:

1. Pendapa 
Pendapa berada pada bagian depan bangunan menyambung dengan dalem tanpa longkangan dan pringgitan. Pendapa memiliki atap berbentuk Limasan Srotong dengan penutup atap berupa genting vlam. Konstruksi bangunan dari kayu ditopang oleh 12 saka masing-masing tinggi 3,50 m terdiri atas 8 saka menopang pamidhangan, dan 4 saka menopang atap emper depan.Empat saka di bagian tengah bertumpu pada umpak, sedangkan 4 saka lainnya langsung bertumpu pada lantai (sistem ceblokan).Lantai pendopo memiliki ketinggian ± 26 m dari permukaan halaman, dengan bahan berupa tegel berukuran 20 m x 20 m berwarna kuning. Bentuk denah pendopo persegi panjang dengan ukuran Iebar muka 9,44 m dan panjang 10,09 m. 

2. Dalem 
Atap bangunan dalem berupa limasan, balok bubungan ditopang dengan dua ander dengan penutup atap genteng vlam. Denah dalem berbentuk persegi berukuran 8,87 m x 9,44 m. Area dalem dapat diakses dari sisi selatan, melalui pendopo. Akses berupa pintu 150em, daun pintu model kupu tarung, berbahan panil kayu dengan motif geometris. Pada sisi kanan dan kiri pintu, terdapat jendela dengan model kupu tarung, berbahan panil kayu, bermotif geometris. Area ruangan dalem lebih tinggi 20 em dari lantai pendapa dan area bagian sisi selatan ruangan dalem selebar 2,30 m. Bagian tengah ruangan dalem mencakup area senthong berukuran 6,57 m. Pada bagian dalem terdapat 3 ruangan senthong yaitu senthong tengen berukuran 3,02 m x 2,90 m, senthong tengah berukuran 3,05 m x 2,99 m,dan senthong kiwa berukuran 3,02 m x 2,90 m. Senthong tengen dan senthong kiwa diakses melalui pintu model kupu tarung, dengan daun pintu berupa kombinasi panil kayu dan panil kaca mati, bermotif geometris. Sentong tengah memiliki akses lebih Iebar, tanpa daun pintu. Tiga akses masing-masing senthong tersebut memiliki tebeng dengan motif lung-lungan di bagian atasnya. Pada sisi selatan ruangan dalem terdapat pintu ke arah barat dan timur, menuju gandhok kiwa dan gandhok tengen. 

3. Gandok Kiwa 
Bangunan memanjang di sisi timur bangunan utama. Unit bangunan ini memiliki atap kampung pacul gowang dengan penutup atap berbahan genting vlam. Denah bangunan berukuran panjang 8, 8m dan lebar 7,1 m. Pada sisi selatan (muka) gandok terdapat akses masuk berupa pintu panel kayu tunggal bermotif geometris. Pada gandok kiwa akses jalan berada pada bagian tengah mengarah ke bagian belakang (utara). 

4. Gandok Tengen 
Bangunan memanjang di sisi barat bangunan utama (dalem). Gandok tengen memiliki atap kampung jompongan dengan penutup atap berbahan genteng vlam. Gandok tengen berukuran panjang 8,87 m dan lebar muka 6,50 m. Pada sisi selatan (muka) gandok terdapat akses masuk berupa pintu panel kayu tunggal bermotif geometris. Selain itu pada sisi barat bangunan gandok tengen yang menghadap jalan terdapat 3 pintu dan 2 jendela. Dua pintu berupa pintu ganda panel kayu bermotif geometris. Satu pintu lainnya pada sisi utara berupa pintu tunggal panel kayu bermotif geometris. Masing-masing pintu memiliki atap teritis yang ditopang (konsol) rangka kayu, beratap seng. Sedangkan 2 jendela pada pemukaan dinding ini berupa jendela ganda panel kayu bermotif geometris. Bagian gandok tengenini dahulu difungsikan sebagai area warung sate kambing "PUAS". 

5. Gadri 
Merupakan ruang terbuka di belakang (sisi utara) senthong dengan orientasi arah timur-barat. Denah gadri memiliki panjang 9,44 m dan Iebar 2,99 m. Atap gadri yang melandai ke arah area terbuka di sisi utara disangga oleh 4 tiang. Dua tiang di ujung barat dan timur berbahan pasangan bata, sedangkan dua tiang di bagian tengah berbahan kayu. Bagian gadri terdiri dari 3 ruangan. Ruangan sisi barat berukuran 4,76 m x 4,50 m yang memiliki pintu masuk berbahan panil kayu daun pintu tunggal, bermotif geometris. Ruangan berikutnya berukuran 4,76 m x 3,22 m dengan model pintu yang sama dari arah selatan. Ruangan lainnya merupakan ruangan paling luas berukuran panjang 15,69 m dan lebar 4, 78 m. Pada sisi selatan terdapat lantai terasjemper berukuran lebar 1,65 m. Bagian gadri telah direhabilitasi secara menyeluruh dan disesuaikan dengan pengembangan fungsi saat ini salah satunya adalah dengan menambahkan kaca sebagai pembatas ruangan. Bagian gadri pada bangunan Monumen Rumah Makan Sate Puas tidak termasuk bagian Cagar Budaya. 

6. Sumur dan Kamar Mandi Depan. 
Terdapat dua sumur di area lahan Monumen Perjuangan Sate Puas. Sumur pertama terletak pada sisi barat halaman depan. Sumur kedua berada di sisi timur laut atau di area gandhok kiwa bagian belakang. Sumur yang terletak di area gandhok kiwa berbentuk bulat dengan ketinggian bibir sumur lm. Sumur yang terletak pada halaman sisi barat berbentuk bulat, dengan bibir sumur setinggi 1m, dan memiliki dua pilar untuk menggantung katrol untuk menimba air. Di sisi barat sumur terdapat bangunan kamar mandi berukuran 3,10 m dan lebar 2,24 m. Bangunan kamar mandi terbagi menjadi 2 ruangan, masingmasing berukuran 2,24 m x 2,05 m dan 2,24 m x 1,05 m. Kamar mandi ini memiliki saluran air pada dinding luarnya untuk mengalirkan air ke dalam bak di dalam kamar mandi.


Status : Bangunan Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Tahun : 1920
Nama Lainnya : Ndalem Gamelan
Kawasan : Kawasan Cagar Budaya Kraton
Alamat : Jl. Gamelan Kidul No. 1 -, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.8109853482172° S, 110.36649048328° E

SK Gubernur : SK Gub. No 335/KEP/2022


Lokasi Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas di Peta

Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Dimensi Struktur
Komponen Pelengkap :
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Peristiwa Sejarah : Bangunan Cagar Budaya Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas merupakan bangunan yang awalnya sebagai tempat tinggal abdi dalem Kraton Yogyakarta Djajengtutugo (KRT Danudipuro), yang didirikan sekitar 1920-an (tapak bangunan ini telah tercantum pada Peta Kota Yogyakarta tahun 1925).Pada masa perjuangan kemerdekaan ( 1945-1949) di Yogyakarta, bangunan ini digunakan sebagai dapur umum dan tempat konsolidasi gerilyawan yang disarnarkan dengan memanfaatkan warung sate kambing "Puas". Karena perannya tersebut, maka bangunan ini kemudian dikenal sebagai Monumen Perjuangan. Di halaman bangunan terdapat monumen peringatan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 pada masa Agresi Militer Belanda kedua (Clash Il). Tempat ini juga merupakan lokasi peristiwa pengibaran bendera merah putih untuk yang pertama kali pada tanggal 29 Juni 1949 di masa akhir periode pendudukan tentara Belanda di Yogyakarta
Riwayat Pelestarian : 1. Tahun 2012 Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan DIY membeli tanah dan bangunan ini dari masyarakat dan selanjutnya pada tahun 2012 dilakukan rehabilitasi pendapa, ndalem, gadri, gandhok tengen dan gandhok kiwa, pakiwan, kamar mandi, sumur dan dapur. Serta kamar mandi dan sumur di bagian kanan depan dan pagar keliling. 2. Tahun 2016-2018 dimanfaatkan sebagai kantor UPT Balai Pelestarian W arisan Budaya dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan DIY.
Nilai Sejarah : Bangunan cagar Budaya Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas merupakan salah satu bukti sejarah perjuangan masa Perang Kemerdekaan (Clash Il) di Yogyakarta. 
Nilai Budaya :
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Pemda DIY
Riwayat Kepemilikan : Bangunan ini dulunya merupakan rumah tinggal milik Almarhum Bapak Djajengtutugo (KRT Danudipuro).  Pada tahun 2011. bangunan ini dibeli oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 
Pengelolaan
Nama Pengelola : Dinas Kebudayaan DIY
Alamat Pengelola : Jl. Cendana No. 11, Yogyakarta
Catatan Khusus : Pemilik/pengelola bangunan ini menerima penghargaan Pelestari Warisan Budaya / Cagar Budaya dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2004.Koordinat SK : 49 M 430158.00 m E; 9136549.00 m S