Loading

Jembatan Kereta Api di Sungai Progo (Jembatan Mbeling)

Status : Struktur Cagar Budaya

Deskripsi Singkat

Struktur Cagar Budaya Jembatan Kereta Api Sungai di Progo Nomor 2034 dikenal juga dengan Jembatan Mbeling. Jembatan ini membentang di atas Sungai Progo yang mengalir melewati Kabupaten Kulon Progo. Pada jembatan ini tidak ditemui tiang pancang untuk pondasi di bagian bawah jembatan (tengah) seperti jembatan yang ada di sebelahnya. Pondasi jembatan terletak di bagian kiri dan kanan jembatan (arah barat dan timur). Konstruksi seperti ini dikenal juga dengan nama Bijlaard Bent, sesuai dengan nama penemu konstruksi ini yaitu Ir. Paulus Bijlaard Bent. 

Tiang pancang jembatan langsung ditempatkan pada tebing yang berada di pinggir sungai. Tebing yang terdapat tiang pancang lalu dikuatkan dengan tembok beton. Tiang pancang jembatan terbuat dari besi baja yang miring dan bagian atasnya membentuk setengah lingkaran. Besi baja pancang tadi diperkuat dengan besi baja lain yang terletak di bagian tengah atas jembatan. Di bagian tengah jembatan terdapat rel kereta api. 

Tumpuan Jembatan Kereta Api Sungai Progo berbeda dengan jembatan lainnya. Tumpuan jembatan ini berada pada bidang gerak miring 45° dengan suatu tumpuan pendel yang berarah miring dengan sudut 45° yang sama seperti tumpuan rol pada jembatan biasa (de Ingenieur in Nederland Indië, 1931). Selain itu, titik tumpuan pada jembatan ini dapat bergeser sehingga tahan dengan gempa bumi (Wangsadinata & Suprayitno, 2008: 65). 

Jembatan Kereta Api ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta dengan nama Bangunan Hikmat (BH) No. 2034-Sisi Utara. Kondisi struktur Jembatan Mbeling masih terawat dan secara aktif dioperasikan sebagai jembatan kereta api jalur tunggal dari timur menuju barat. Sementara jalur sebaliknya menggunakan jembatan kereta api baru yang terletak tepat di sisi selatan (jenis Welded Through Truss 75/WTT 75). 

Status : Struktur Cagar Budaya
Periodesasi : Kolonial (Belanda/Cina)
Tahun : 1887
Alamat : Argosari dan Banguncipto, Sentolo, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinat:
7.815369° S, 110.233603° E

SK Menteri : SK Mendikbudristek 55/M/2023
SK Gubernur : SK GUB DIY 193/KEP/2019


Lokasi Jembatan Kereta Api di Sungai Progo (Jembatan Mbeling) di Peta

Bahan Pendamping : Beton
Dimensi Benda : Panjang
Lebar
Tinggi
Tebal
Diameter
Berat
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Bahan Utama : Logam
Bahan Pendamping : Beton
Jenis Struktur : Lain-lain
Materi Spesifik (Bahan presentase terbesar) : Beton dan baja
Bentuk : Memanjang
Dimensi Struktur
Panjang : 138 m
Lebar : 6 m
Tinggi : 16 m
Jenis Bangunan : Lain-lain
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Tokoh : Ir. Paulus Bijlaard Bent
Peristiwa Sejarah : Struktur Cagar Budaya Jembatan Kereta Api Sungai Progo dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api dari Yogyakarta menuju ke arah barat. Jembatan ini selesai dibangun pada 6 Juli 1887 (De Locomotief, 7 Juli 1887). Jalur kereta ke arah barat ini mengarah ke Cilacap sebagai transportasi pengangkutan barang ke Pelabuhan Cilacap dan merupakan lanjutan dari jalur kereta api dari Bandung menuju Cilacap yang pernah diusulkan oleh Pieter Philip van Bosse. Bentuk jembatan pada awalnya berbeda dengan bentuk yang sekarang. Setelah hampir 40 tahun digunakan, muncul kekhawatiran terkait kondisi jembatan kereta ini. Bahkan ada anggapan bahwa jembatan harus diganti yang baru atau setidaknya diperbaiki terutama bagian pondasi dan rangka besinya (Het Nieuws van den dag Voor Nederlandsch-Indië, 18 Januari 1930). Ada harapan bahwa pada tahun 1931 jembatan baru dengan bentuk setengah lengkung yang terbuat dari besi sudah dapat menggantikan jembatan lama, menggunakan sistem konstruksi baru tumpuan rol tanpa tiang penyangga tengah. Sistem ini merupakan sistem baru yang diterapkan pertama kali di Indonesia. Pada tahun 1930, Staatsspoorwegen (SS) memutuskan untuk membangun jembatan baru untuk menggantikan jembatan lama yang sudah digunakan sejak 1887. Jembatan ini menghubungkan jalur kereta api Bandung-Yogyakarta. Jembatan baru dibangun karena setelah dilakukan pemeriksaan, kekuatan pilar dan pondasi jembatan lama berkurang (Het Nieuws van den dag Voor Nederlandsch-Indië, 18 Januari 1930). Jembatan baru dibangun di sebelah utara jembatan lama dengan bentuk yang sebelumnya belum pernah ada di Hindia Belanda, setengah lengkung yang terbuat dari besi baja. Besi-besi baja dibuat oleh Koninklijke Nederlandsche Machinefabriek v/h E.H. Begemann dari Belanda (De Nieuwe Koerier, 15 Januari 1931). Jembatan ini dirancang oleh Ir. Paulus Bijlaard Bent seorang arsitek dari Dienst der Staatspoor-en Tramwegen. Jembatan ini pada tahun 1951 direnovasi oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia. 
Riwayat Pemugaran :
Riwayat Pemanfaatan : -
Nilai Sejarah : Jembatan Kereta Api di Sungai Progo (Jembatan Mbeling/BH No. 2034 Sisi Utara) dengan seluruh komponennya berusia lebih dari 50 tahun, karena mulai dibangun pada tahun 1930. 
Nilai Ilmu Pengetahuan : Jembatan ini mewakili sejarah transportasi kereta api di Pulau Jawa dan menampilkan teknologi rancang bangun konstruksi baja untuk jembatan yang khas serta sebagai referensi pendidikan ilmu teknik sipil. Konstruksi jembatan yang menggunakan rangka baja Bijlaard-Bent ini merupakan salah satu bentuk jembatan rangka baja (Truss Bridge jenis Pegram truss) yang muncul pada akhir abad ke-19. Oleh PT KAI konstruksi jembatan ini dikategorikan sebagai “Tipe Bijlaard”.  
Nilai Budaya : Jembatan ini mewakili kebanggaan bangsa yang mampu melestarikan objek berteknologi unik di masanya yang masih terawat hingga saat ini. 
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Riwayat Kepemilikan : -
Pengelolaan
Nama Pengelola : Daerah Operasi VI Yogyakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Persepsi Masyarakat : -
Catatan Khusus : Koordinat pada NR: 7°48'55,33" LS – 110°14'0,97" BT