| Keterawatan | : | / |
| Dimensi Benda | : |
Panjang - Lebar - Tinggi - Tebal - Diameter - Berat - |
| Peristiwa Sejarah | : | Mesin jahit merk PFAFF merupakan bagian dari sejarah Pergerakan Wanita Indonesia (Kowan) dalam memberdayakan wanita. Setelah kongres Kowani II di Bandung pada 22-25 November 1952, Kowani membentuk Kursus Kader Wanita pada tahun 1956 untuk angkatan pertama. Tujuan dari kursus tersebut ialah untuk mendidik wanita-wanita muda agar menjadi kader-kader yang dapat memberikan bimbingan kepada para wanita desa dalam rangka mempertinggi oto-aktivitas, taraf hidup, dan kehidupannya menuju kesejahteraan keluarga, khususnya, dan kesejahteraan sosial umumnya. Kursus Kader Wanita angkatan Pertama yang dibentuk pada 1956 diselenggarakan di Gedung Persatuan Wanita (sekarang Mandala Bhakti Wanitatama) selama tiga bulan. Ruang kelas memakai bangunan darurat dari bilik (gedheg), dan pengajarnya diambil dari suami atau teman-teman yang berkenan mengajar secara sukarela. Pada awalnya kegiatan kursus ini didanai secara pribadi oleh Yayasan Hari Ibu, namun melihat keberhasilan program pemberdayaan kaum perempuan tersebut maka pemerintah menanggung biayanya. Berbagai perlengkapan disediakan untuk mendukung kursus ini, salah satunya adalah mesin jahit merk PFAFF yang kini dipamerkan Museum Monumenn Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia ini. |
| Konteks | : |
| Nilai Sejarah | : | Memiliki nilai penting sebagai bukti sejarah pergerakan perempuan di Indonesia. |
| Nama Pemilik Terakhir | : | Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, Sleman, Daerah Is |
| Nama Pengelola | : | Yayasan Hari Ibu Kowani |
| Catatan Khusus | : | Ukuran meja kayu: 86,5 cm x 45 cm tebal 2 cmUkuran kaki : 71 cm panjang 57 cm tebal 48 cmUkuran tutup : panjnag 48 cm, lebar 23 cm, tinggi 28 cmPegangan: 9,5 cm, lebar 4 cm x tb 2 cmUkuran mesin: 36,5 cm x 17,5 cm tinggi 17 cmTinggi mesin sampai roda 22 cmLaci ; 12 cm x 9,5 panjang 39,5cmKondisi mesin jahit masih dalam kondisi baik. Bagian cat luar dudukan mesin jahit mulai terkelupas dan sebagian besar ornamen meander sudah pudar. Sementara pelitur meja kayunya sudah pudar. |