Loading

Deskripsi Singkat

Peralatan Masak  dari tembaga terdiri dari 9 buah alat masak  yaitu:
1. Dandang No Inventaris 01.6 a dan 01.6 b 
2. Kuali No Inventaris 01.7 a ; 01.7 b ; 01.7 c ; 01.7 d; 01.7 e 
3. Kuali No. Inventaris 01.8 
4. Tutup Dandang No. Inventaris 01.9

Peralatan masak yang dipamerkan Museum Pergerakan Wanita Indonesia merupakan peninggalan Kursus Kader Wanita Pembangunan Masyarakat Desa. Kursus Kader Wanita dilaksanakan dalam 3 angkatan, angkatan I tahun 1956, angkatan II tahun 1958, dan angkatan ke III tahun 1959. Latihan Kader Wanita bertujuan untuk mendidik wanita-wanita muda agar menjadi kader-kader yang dapat memberikan bimbingan kepada para wanita desa dalam rangka mempertinggi oto-aktivitas, taraf hidup dan kehidupannya menuju kesejahteraan keluarga, khususnya, dan kesejahteraan social umumnya.  

Kursus Kader Wanita dibentuk pada tahun 1956 oleh Yayasan Hari Ibu untuk pemberdayaan kaum perempuan, awalnya hanya selama 3 bulan (percobaan). Pesertanya dari masyarakat desa di Yogyakarta yang selama pelaksanakan di asramakan di Gedung Persatuan Wanita (sekarang Mandala Bhakti Wanitatama). Ruang kelas memakai bangunan darurat dari gedeg, dan pengajarnya diambil dari suami atau teman-teman yang berkenan mengajar secara sukarela. Pada awalnya kegiatan kursus ini didanani secara pribadi oleh Yayasan Hari Ibu, namun melihat keberhasilan program pemberdayaan kaum perempuan tersebut maka pemerintah menanggung biayanya. Dan untuk selanjutkan program ini berjalan atas kerjasama Yayasan Hari Ibu dengan pemerintah dalam hal ini adalah Pendidikan dan Biro Pembangunan Masyarakat Desa.   

Pelajaran yang diberikan dalam kursus ini antara lain: (1) Kejuruan; membatik, dan berbagai kerajinan tangan, (2) Kerumah-tanggaan; seperti memasak, (3) umum; sejarah, ilmu kesehatan, (4) pengetahuan umum, (5) dan pendidikan ; organisasi, kepribadian, kewirausahaan, nasionalisme, dll.  

Peralatan pendukung kursus dalam pelajaran memasak dandang, kenceng, dan kendil yang terbuat dari bahan tembaga dihibahkan ke museum pada tahun 1996  dan sampai sekarang terdisplay di ruang pamer Museum Pergerakan Wanita Indonesia. 

Status : Benda Cagar Budaya
Periodesasi : Pasca Kemerdekaan
Bagian dari : Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia
Alamat : Demangan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SK Walikota/Bupati : SK Bupati Sleman


Bahan Utama : Perunggu
Keterawatan : /
Dimensi Benda : Panjang -
Lebar -
Tinggi -
Tebal -
Diameter -
Berat -
Ciri Fisik Benda
Ciri Fisik Benda
Fungsi Benda
Fungsi Dulu : untuk memasak
Dimensi Struktur
Gambaran Umum Bentuk Bangunan
Konteks : Peralatan memasak ini merupakan bagian dari sejarah Pergerakan Wanita Indonesia (Kowani) dalam memberdayakan wanita. Setelah kongres Kowani II di Bandung pada 22-25 November 1952, Kowani membentuk Kursus Kader Wanita pada tahun 1956 untuk angkatan pertama. Tujuan dari kursus tersebut ialah untuk mendidik wanita-wanita muda agar menjadi kader-kader yang dapat memberikan bimbingan kepada para wanita desa dalam rangka mempertinggi oto-aktifitas, taraf hidup, dan kehidupannya menuju kesejahteraan keluarga, khususnya, dan kesejahteraan social umumnya. Kursus Kader Wanita angkatan Pertama yang dibentuk pada 1956 diselenggarakan di Gedung Persatuan Wanita (sekarang Mandala Bhakti Wanitatama) selama tiga bulan. Ruang kelas memakai bangunan darurat dari bilik (gedheg), dan pengajarnya diambil dari suami atau teman-teman yang berkenan mengajar secara sukarela. Pada awalnya kegiatan kursus ini didanani secara pribadi oleh Yayasan Hari Ibu, namun melihat keberhasilan program pemberdayaan kaum perempuan tersebut maka pemerintah menanggung biayanya. Berbagai perlengkapan disediakan untuk mendukung kursus ini. Pelajaran yang diberikan dalam kursus ini antara lain: (1) Kejuruan; membatik, dan berbagai kerajinan tangan, (2) Kerumah-tanggaan; seperti memasak, (3) umum; sejarah, ilmu kesehatan, (4) pengetahuan umum, (5) dan pendidikan ; organisasi, kepribadian, kewirausahaan, nasionalisme, dll.  Peralatan pendukung kursus dalam pelajaran memasak seperti dandang, kenceng, dan kendil yang terbuat dari bahan tembaga dihibahkan ke museum pada tahun 1996  dan sampai sekarang masih dipajang di ruang pamer Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia.
Nilai Sejarah : Peralatan Masak tersebut mempunyai nilai penting bagi sejarah Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia karena pernah dipakai untuk kursus wanita pemberdayaan wanita.
Pemilik
Nama Pemilik Terakhir : Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, Sleman, Daerah Is
Pengelolaan
Nama Pengelola : Yayasan Hari Ibu Kowani