Bangunan pegadaian ini beratap limasan dan menghadap ke arah utara. Struktur asli bangunan berupa dinding, lubang angin, pintu dan jendela. Dinding bangunan berupa pasangan bata berplester. Daun pintu dan jendela terbuat dari kayu, di atas pintu terdapat boven dengan kisi-kisi besi sedangkan pada jendela dipasang kawat strimin dan teralis besi dan terdapat lubang loket yang masih asli dan dicat warna coklat. Ada sebagian yang sudah mengalami perubahan, terutama pada bagian depan bangunan. Ciri-ciri bangunan Indis yang masih dapat dilihat pada kantor pegadaian ini adalah bentuk bangunan yang tinggi dan besar yang hal ini memungkinkan aliran udara yang masuk di dalam bangunan berjalan baik.
| Dimensi Benda | : |
Panjang Lebar Tinggi Tebal Diameter Berat |
| Jenis Struktur | : | Kolonial |
| Jenis Bangunan | : | Kolonial |
| Fungsi Bangunan | : | Perkantoran |
| Komponen Pelengkap | : |
|
| Deskripsi Fasad | : | Fasad bangunan kini telah berubah menjadi gaya bangunan modern |
| Deskripsi Jendela | : | Terdapat 2 buah jendela dengan ukuran tinggi 140cm dan lebar 268cm dan 1 buah jendela dengan tinggi 140cm dan lebar 167cm |
| Deskripsi Pintu | : | Terdapat pintu trails yang masih asli dengan ukuran tinggi 220cm dan lebar 80cm serta terdapat jendela loket dengan tinggi 145cm dan lebar 101cm |
| Deskripsi Atap | : | Atap berbentuk limasan dengan penutup atap genteng |
| Deskripsi Ventilasi | : | Ventilasi berukuran tinggi 64cm dan lebar 82cm |
| Fungsi Situs | : | Perkantoran |
| Fungsi | : | Perkantoran |
| Peristiwa Sejarah | : | Kantor Pegadaian Wonosari mulanya merupakan gouvernement Pandhuis yang dibangun setelah dikeluarkannya besluit pemerintah pada 1914. Adapun secara umum, pendirian pandhuis atau Rumah Gadai telah ada semenjak masa VOC di Batavia yang mulanya bertujuan untuk melangsungkan transaksi kredit dibawah 100 guilders. Pada pada abad ke-18, VOC mulai memonopoli aktifitas pandhuis yang terbukti memberi banyak keuntungan yang dihasilkan dari penerapan bunga pinjaman—antara 3% s./d. 6%—maupun hasil lelang barang gadaian. Hal tersebut berlanjut hingga era kolonial dimana pemerintah juga berusaha untuk memonopoli transaksi kredit skala kecil dengan mendirikan gouvernement pandhuis atau rumah gadai pemerintah. Ketentuan mengenai hal ini berdasar pada Staadblad (Lembar Negara) tahun 1914 no. 794, besluit (keputusan) pertanggal 29 December 1914 No. 46 yang mengatur mengenai pelaksanaan monopoli rumah gadai di Yogyakarta dan tempat-tempat dimana rumah gadai pemerintah akan didirikan (Bepaling dat in de residentie Djokjakarta de exploitatie van pandhuizen in eigen beheer wordt genomen. Aanwijzing van plaatsen in dat gewest waar Gouvernementspandhuizen zullen zijn gevestigd). Pada kurun waktu antara tahun 1913-1914, di Yogyakarta, didirikan secara serentak rumah gadai yakni Lempoejangan (Lempuyangan)—sebagai pusat (hoofdkantoor)—Gondomanan, Godean, Tempel, Sleman, Prambanan, Imogiri, Bantul, Jogoyudan, Sentolo, Brosot, dan Gunungkidul—tepatnya di Wonosari.Berdasarkan uitvoeringsplan van werken (rencana kerja) untuk tahun 1931 yang dikeluarkan oleh directeur van de B.O.W. (Burgerlijk Openbare Werken, DPU saat ini)Yogyakarta, Kantor Pegadaian Wonosari memperoleh dana untuk renovasi sejumlah f. 31.500 yang dibagi untuk meluaskan (Verbatering) pandhuizen di Brosot, Imogiri, dan Sentolo (Soerabaiasch-Handelsblad Dinsdag 10 Februari 1931. 79ste Jaargang No. 33. Negende Blaad).Di Yogyakarta, pegawai pandhuis yang tergabung dalam (PPPB, Perserikatan Pegawai Pandhuis Bumiputera, atau Indische Pandhuis Vereneging) pada tahun 1922 mengorganisir aksi mogok besar-besaran terutama untuk menentang kebijakan rasionalisasi pegawai yang diterapkan oleh pemerintah kolonial (Blumberger, 1987: 140) . |
| Nilai Sejarah | : | Bangunan Kantor Pegadaian Wonosari merupakan bukti artefaktual penting untuk memahami salah satu aspek dari sejarah masa kolonial yang terjadi di tingkat lokal, yakni Kabupaten Gunungkidul. Bukti atau peninggalan dari masa kolonial, tidak terlalu banyak atau cukup langka untuk ditemukan di Gunungkidul.Kantor Pegadaian Wonosari memiliki makna penting secara historis yang menunjukan sistem ekonomi kolonial dalam bidang kredit telah diterapkan di Gunungkidul pada dekade kedua abad ke-20.Dengan demikian, Kantor Pegadaian Wonosari ini dapat juga menjadi elemen penting dalam merekonstruksi dinamika masa lalu Gunungkidul, terutama pada awal abad ke-20, terkait pada aspek ekonomi dan sosial pada tingkat mikro. Dalam hal ini, pandhuis Wonosari masa kolonial digunakan sebagai barometer ataupun indicator untuk menggambarkan situasi ekonomi tingkat lokal. Misalkan, seperti dalam laporan koran Het Nieuws Van Den Dag (No. 38, Donderdag, 14 Februari 1918. Eerste Blaad) perbaikan situasi ekonomi di Gunungkidul pasca gagal panen di penghujung tahun 1918 dan awal 1919, oleh pemerintah kolonial, ditandai dengan semakin menurunnya jumlah ternak yang tergadai. Contoh lain dilaporkan dalam koran yang sama pada 22 Maret 1919 (No. 68, Zaterdag, 22 Maart 1919. Tweede Blaad) yang menunjukan jumlah perputaran uang di pegadaian Wonosari hingga bulan ketiga tahun tersebut—diestimasi sebesar f. 60.000—menjadi indicator bahwa situasi ekonomi cukup stabil walaupun saat itu sedang terjadi kekurangan pangan (voedselvoorraad) di Gunungkidul |
| Nilai Ilmu Pengetahuan | : | Meskipun telah terjadi perombakan bangunan pada sejumlah bagian, keberadaan Kantor Pegadaian Wonosari ini dapat memberi sumbangsih pengetahuan arsitektural terutama mengenai struktur/konstruksi bangunan bernuansa indis yang berfungsi sebagai kantor dari masa kolonial yang sedikit jumlahnya. |
| Nilai Budaya | : | Memiliki karakter dan nuansa indies dari lagam gaya arsitektur kolonial-Indonesia yang masih dipertahankan pada sejumlah bagian, seperti tembok tebal, pintu, lubang angin dengan teralis besi, dan jendela besar berteralis besi yang juga difungsikan sebagai loket (berubah) |
| Nama Pemilik Terakhir | : | PT Pegadaian (Persero) Kantor Semarang |
| Nama Pengelola | : | PT Pegadaian (Persero) Kantor cabang Wonosari |
| Catatan Khusus | : | Menerima Penghargaan Pelestari Cagar Budaya Tahun 2016Koordinat pada SK: UTM: 49 M X: 0455780 Y: 911959 |